Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BGN Sumut Tutup Sementara SPPG di Medan Buntut 17 Siswa Diduga Keracunan MBG

BGN Sumut menutup sementara SPPG pemasok MBG di Medan setelah 17 siswa SD diduga keracunan dengan gejala mual, pusing, dan muntah.

Bagikan:
Situasi Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia saat menangani 17 siswa mengalami keracunan usai makan MBG. (Ton/Nusantaterkini.co)
Situasi Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia saat menangani 17 siswa mengalami keracunan usai makan MBG. (Ton/Nusantaterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara memberikan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke UPT SD Negeri 060870 Center 1, Kecamatan Medan Timur. Sanksi berupa penutupan sementara itu menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 17 siswa pada Jumat (9/10/2026).

Kepala BGN Regional Sumut, Yoga Arizanto, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan observasi terhadap sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan.

"Kita tutup [sementara] SPPG-nya," tegas Yoga saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).

Menu makanan yang dibagikan kepada siswa saat kejadian terdiri dari nasi putih, telur bebek semur, sayur tauco kacang panjang, terong hijau, tahu kering, satu buah salak, serta sekotak susu.

Sekitar pukul 09.30, suasana sekolah mendadak panik. Para siswa mulai mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah-muntah.

Salah seorang wali murid, Siti Nurjanah (39), menceritakan dirinya mendapati situasi sekolah sudah riuh saat datang menjemput anaknya sekitar pukul 10.00 WIB. Anaknya bersama para korban lain telah dikumpulkan di satu ruangan khusus untuk penanganan darurat sebelum dilarikan ke RS Umum Imelda Pekerja Indonesia.

"Anak saya dikumpulkan di ruangan anak-anak yang keracunan. Baru tahu kejadiannya sekitar pukul 10.05 WIB," ujar Siti.

Keluhan yang dialami anaknya mengalami gejala mual dan pusing muncul tak lama setelah mereka meminum susu kotak yang disertakan dalam paket menu tersebut. Siti menyebutkan kondisi susu tersebut sudah tidak layak konsumsi dan menggumpal seperti agar-agar.

"Susunya seperti agar-agar menggumpal. Apakah kadaluarsa atau tidak, saya kurang tahu karena tidak melihat langsung kemasannya," katanya.

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait