Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kontak Tembak di Maybrat: Tiga Anggota OPM Tewas, Salah Satunya Diduga Danops Kodap IV Sorong Raya

Tiga anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Yonif 9 Marinir di Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat

Tiga anggota Operasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya tewas usai kontak tembak dengan Tim Satgas Yonif 9 Marinir di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026). (Foto: dok Satgas Habema)
Tiga anggota Operasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya tewas usai kontak tembak dengan Tim Satgas Yonif 9 Marinir di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026). (Foto: dok Satgas Habema)
A A

Nusantaraterkini.co, ​ - Tiga anggota Kelompok Bersenjata / Operasi Papua Merdeka () Kodap IV/Sorong Raya tewas dalam dengan Tim Satgas Yonif 9 Marinir di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, , Jumat (9/10/2026).

​Pangkoops Habema, Brigjen TNI Riyanto mengungkapkan, berdasarkan identifikasi awal, salah satu korban tewas diduga merupakan Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya, Manfred Fatem.

​"Dua orang lainnya diduga Anton Fatem dan Yesias Fatem. Identitas serta kondisi kedua orang tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut," ujar Riyanto dalam keterangan resminya, dikutip, Sabtu (10/10/2026). 

​ ini pecah sekitar pukul 09.10 WIT saat personel Satgas menggelar Operasi Badai Kasuari 3.10 guna mengamankan wilayah dari gangguan kelompok bersenjata.

​Dalam insiden tersebut, satu jenazah ditemukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua jenazah lainnya dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dalam proses pencarian.

Selain itu, aparat mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101, sedangkan satu pucuk senjata jenis Caracal turut terbawa arus sungai.

​Riyanto memastikan tidak ada korban jiwa dari pihak .

Ia juga menegaskan bahwa seluruh operasi dilakukan secara terukur, profesional, dan berlandaskan hukum dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

​"Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun, tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh. Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka," tegasnya.

(*/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait