nusantaraterkini.co, LAMPUNG - Dituduh mencuri uang, seorang anak di Pesawaran disundut pisau panas. Aksi penganiayaan yang dialami RV (13) ini terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Korban dianiaya oleh santri dan pengurus pondok modern Pesona Al-Quran di Desa Negeri Sakti, Gedong Tataan setelah dituding mencuri uang.
Atas penganiayaan tersebut, orang tua korban, Rohadi, akhirnya melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polres Pesawaran dan berharap terduga pelaku dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Baca Juga : Petugas Parkir ASDP Bakauheni, Lampung Ditodong Diduga Senpi oleh Oknum KSOP: Video Aksi Terekam CCTV
"Saya sudah lapor ke polisi, dengan laporan polisi, STTPL/3/I/2025/SPKT/Polres Pesawaran. Saya selaku orang tua minta kepada kepolisian mengusut tuntas kasus ini," kata Rohadi, dikutip RMOLLampung, Selasa (7/1/2025).
Menurut Rohadi, berdasarkan keterangan anaknya, dia dituduh mencuri uang di Pondok Modern Pesona Al-Quran. Namun karena anaknya tidak mengakui hingga dianiaya dan disundut menggunakan besi panas.
Baca Juga : Pria di Lampung Tengah Tega Rudapaksa Anak Kandung, Anak Tiri dan Keponakan
"Anak saya enggak ngaku maka dipukul dan disundut pakai pisau dipanasin pakai korek api terus ditempelin ke badan anak saya. Saya sebagai orang tua tidak terima, anak saya dianiaya sampai segitunya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Negeri Sakti, Gema Sukma Jaya, membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur dan pihak keluarga korban telah melapor ke kepolisian.
Baca Juga : Bantah Curi Motor, Pemuda di Lampung Tewas Ditikam
"Iya kemarin, saya sudah ketemu dengan orang tua korban. Sudah dilakukan visum dan pihak keluarga melaporkan kasus itu ke kepolisian Polres Pesawaran," terangnya.
Berdasarkan video berdurasi 22 detik, terlihat di bagian punggung, pinggang, lengan, dan dada korban RV mengalami luka bakar yang diduga disundut oleh terduga pelaku menggunakan pisau panas.
(Dra/nusantaraterkini.co).
