nusantaraterkini.co, YOGYAKARTA - Hanya gegara tidak dibelikan PlayStation, seorang anak inisial FPN (22), di Dukuh Yapah, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta tega membunuh ayahnya.
Pelaku yang dikenal sebagai sosok pendiam usai ibunya wafat pada 2020 lalu ini membunuh korban dengan menggunakan benda tumpul.
"Sejak ibunya meninggal, FPN ini termasuk sosok pendiam. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan sama orang tuanya, FPN lebih banyak diam. Makanya kami heran kok bisa seperti ini," kata seorang warga, Joni Pranata, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga : Dituduh Mencuri Uang, Seorang Anak Disundut Pisau Panas: Korban Lapor Polisi
Dikatakan Joni, FPN sebenarnya aktif dalam kegiatan pemuda di daerahnya. Namun belakangan ini, FPN kebanyakan diam saat hadir di kegiatan pemuda.
Saat menangani kasus pembunuhan ini, kata Joni polisi menemukan surat rujukan ke rumah sakit jiwa. "FPN sempat mendapatkan perawatan medis bahkan hingga ke Rumah Sakit Jiwa Grhasia," bebernya.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian mengatakan, saat ditanya penyidik, pelaku selalu memberikan keterangan berubah-ubah.
Baca Juga : Anak Disuruh Makan Daging Musang, Keluarga Lapor Polisi
"Pelaku mengaku meminta pekerjaan ke ayahnya hingga minta Playstation," kata Riski.
Untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku, anggota Polresta Sleman akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
"Kita minta observasi (oleh) RS Grhasia, untuk menyatakan yang bersangkutan itu (kondisinya bagaimana)," katanya.
Baca Juga : Kereta Tabrak Mobil dan Motor, 3 Tewas dan 4 Luka-Luka
(Dra/nusantaraterkini.co)
