Nusantaraterkini.co, Jakarta - Terkait, kabar Mantan presiden Joko Widodo dituding kerahkan Parcok (partai cokelat) untuk Menantunya di Pilgub Sumut 2024.
Jokowi merespons tudingan sebagian orang yang menyebut dirinya mengerahkan partai cokelat alias parcok untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 Bobby Nasution-Surya di Pilgub Sumut 2024. Partai cokelat belakangan diasosiasikan dengan aparat polisi.
BACA: Jokowi ke Medan Usai Pilkada: Ketemu Keluarga atau Rayakan Kemenangan Bobby Nasution?
Baca Juga : DPC Gerindra Madina Berikan Dukungan Untuk Harun Mustafa Maju Sebagai Calon Bupati
"Tanyakan ke Pak Bobby," kata Jokowi saat berkunjung ke Kota Medan,
Jokowi juga dituding melakukan hal yang sama untuk memenangkan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pilgub Jateng. Ia meminta agar semua tuduhan itu dibuktikan.
"Itu dibuktikan saja, jangan hanya tuduhan-tuduhan," tegasnya.
Baca Juga : Gerindra Akui Ada Pengaruh Jokowi dalam Pemerintahan Prabowo
BACA: Bobby Nasution Sampaikan 7 Pesan Presiden Prabowo saat Pimpin Upacara HUT Ke-53 KORPRI
Ia meminta pihak yang merasa keberatan agar melaporkan masalah itu Bawaslu atau membawa perkara itu ke Mahkamah Konstitusi RI
"Karena kan ada dilaporkan saja ke Bawaslu. Kan, ada mekanismenya. Atau dibawa ke MK kan ada mekanismenya," ungkapnya.
Baca Juga : Ini Kata Golkar Soal Bobby Tetap Mau Ambil Formulir Pilkada Sumut dari PDIP, Sang Banteng Tutup Pintu
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menuding aparat kepolisian telah menyalahgunakan kekuasaan dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2024.
"Kami menerima begitu banyak laporan-laporan tentang penyalahgunaan kekuasaan dari Polri. Semula kami menyebut sebagai oknum. Tetapi melihat terjadi begitu banyak di wilayah maka itu tidak lagi oknum," ujar Hasto saat konferensi pers di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 20 November 2024.
Hasto menyebutkan sejumlah wilayah yang diduga melibatkan campur tangan polisi dalam pilkada 2024 antara lain Sulawesi Utara, Boyolali, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara.
Baca Juga : Kaesang Optimistis PSI Melenggang ke Senayan
"Ini menunjukkan suatu kekhawatiran terhadap sisi-sisi gelap demokrasi yang akan mengancam pelaksanaan pilkada secara demokratis, jujur, dan adil," papar Hasto.
Hasto menuding campur tangan institusi kepolisian semata-mata untuk melanggengkan ambisi kekuasaan Jokowi.
"Rakyat sudah gelisah dengan keterlibatan 'Partai Cokelat' yang mengabdi pada keluarga dan ambisi kekuasaan Jokowi," tegasnya.
Baca Juga : Deklarasi 23 DPD Golkar ke Andar Amin, Pengamat: Belum Final Seratus Persen
