Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dipukul dan Ditendang, Cerita Seorang Dokter Dianiaya oleh Owner Klinik

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Laporan korban ke Polrestabes Medan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang Dokter bernama Dewiana Susi Simbolon (33) menjadi korban dugaan penganiayaan oleh owner sebuah klinik di tempatnya bekerja, di Jalan Karya IV, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Senin (3/11/2024) lalu.

Dewi menceritakan kejadiannya berlangsung saat aktivitas kerja, sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca Juga : Prabowo: Pendidikan Dokter, Perawat, Paramedis akan Dibiayai Negara, Beasiswa Penuh

Kala itu dia sedang melayani seorang pasien. Tiba-tiba dia diminta oleh seorang bidan berinisial M, untuk menemui owner Klinik itu, yakni R.

Baca Juga : dr. Azizy Gladylola Mastura, Jejak Bakti Sang Putri Jenderal

Saat itu Dewi tak langsung menemui pelaku, sebab kata Dewi ia harus melayani pasien terlebih dahulu. Hingga akhirnya seorang pria berinisial D, diutus untuk memanggil Dewi.

"Setelah itu, saya langsung menemui dia (pelaku) ke lantai 2, klinik," ucap Dewi kepada Nusantaraterkini.co, melalui saluran telepon, Rabu (11/12/2024).

Baca Juga : Cerita Empat Pemain Timnas Indonesia Bangun Usaha Bersama Klinik Khusus Penanganan Atlet Cedera

Setibanya di lantai 2, Dewi memasuki ruangan pelaku, sementara D meninggalkan mereka berdua. Kemudian, mereka membahas soal berkas pekerjaan.

Ditengah pembahasan, Dewi mengatakan jika tiba-tiba orang tuanya, menghubunginya.

"Saya ditelepon oleh Ibu saya. Namun, pelaku mengira saya merekam isi obrolan kami berdua," ucapnya.

Pelaku langsung memaksa Dewi untuk menyerahkan handphonenya. Namun, Dewi menolak hingga penganiayaan oleh pelaku, terjadi.

"Saya dipukul di bagian bibir, wajah dan ditendang paha saya," ungkapnya.

Setelah itu, Dewi mencoba memanggil M dan D, namun mereka diduganya sengaja tak menghiraukan.

"Saya minta tolong, namun mereka tak menggubris. Saya duga ini sudah diskenario mereka," katanya.

Atas kejadian tersebut, Dewi melaporkan hal yang dialaminya ke Polrestabes Medan. Laporannya itu terdaftar dengan nomor, STTLP/B/3135/XI/2024/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)