Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Empat Pemain Timnas Indonesia Bangun Usaha Bersama Klinik Khusus Penanganan Atlet Cedera

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Empat pemain Timnas Indonesia bangun usaha bersama klinik penanganan atlet cedera. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Meski tengah berada di puncak karirnya dengan membela tim Liga 1 dan Timnas Senior Kualifikasi Piala Dunia 2026, Muhammad Dimas Drajad, Nadeo Argawinata, Ramadhan Sanantha dan Rizky Ridho Ramadhani ternyata sudah memikirkan masa depan mereka jika sudah tidak aktif lagi sebagai pemain sepakbola profesional.

Ya, mereka berempat ternyata sudah mempunyai usaha bersama yaitu dua klinik khusus untuk penanganan cedera atlet olahraga.

Baca Juga : Dipukul dan Ditendang, Cerita Seorang Dokter Dianiaya oleh Owner Klinik

Kedua klinik tersebut, yakni Klinik Utama Citius yang berada di Ruko Plaza Niaga Blok D No 9, Sentul City, Bogor dan Klinik Citius Gunawarman di Jalan Daksa III No.14 Jakarta Selatan. 

Baca Juga : Sanksi Berat Bagi Olahraga Indonesia

Adalah Dimas Drajad yang musim lalu membela Persikabo 1973 menyebut awal ide mendirikan klinik tersebut datang setelah berbincang dengan dokter tim Persikabo 1983, Muhammad Ichsan Chaniago.

Pembicaraan itu pun menuju arah serius sehingga mereka menggandeng ahli lainnya untuk segera mendirikan kedua klinik itu.

Baca Juga : 128 Atlet Tenis Meja Ikuti Porkot Ke XV Kota Medan

Tak disangka tiga teman lainnya, yakni Nadeo Argawinata (Borneo FC), Ramadhan Sanantha (Persis Solo) serta Rizky Ridho Ramadhani (Persija Jakarta) tertarik pula ikut ikut investasi dalam pendirian klinik penanganan cedera atlet olahraga.

Baca Juga : Mimpi Perkuat Belanda, Pascal Struijk Tutup Pintu untuk Timnas Indonesia

Tanpa menunggu lama, setelah ada kesepakatan mereka pun mulai menggarap klinik pertama yang ada di Sentul City.

Dan setelah beberapa bulan melakukan pengerjaan dan penyediaan alat-alat kesehatan serta penunjang lainnya, kini klinik itu sudah beroperasi untuk menangani pasien.

Baca Juga : Resmi! Miliano Jonathans Gabung Excelsior Rotterdam

"Iya, saya dan teman-teman lainnya berkomitmen untuk investasi mengembangkan klinik khusus penanganan cedera atlet-atlet olahraga profesional, non profesional, ataupun sport enthusiast. Saya, Nadeo, Sananta, dan Rizky Ridho saja dibantu Dokter Ichsan Chaniago beberapa bulan terakhir memang terus komunikasi sehingga berdiri dua klinik itu," kata Muhammad Dimas Drajad.

Hal senada diungkapkan kiper utama Borneo FC, Nadeo Argawinata yang mengatakan dua klinik itu sudah beroperasi. Pertama adalah klinik yang ada di Sentul City yang sudah beberapa bulan terakhir menerima pasien.

Menurut Nadeo, klinik kedua yang berada di Jakarta sedang dikembangkan dengan konsep private dan premium. Klinik yang berada di Jakarta itu, kata Nadeo, terdapat ruang operasi khusus, ruang perawatan khusus, fasilitas fisioterapi, dan fasilitas gym yang lengkap.

"Alhamdulillah, selain memang punya fasilitas, klinik itu juga didampingi tenaga medis yang profesional. Dan tentunya juga fasilitas yang lengkap, semoga bisa membantu atlet-atlet yang mengalami cedera di beberapa cabang olahraga bukan hanya di sepak bola saja," tuturnya.

Sementara itu, palang pintu Timnas Senior Indonesia dan Persija Jakarta, Rizky Ridho memastikan usaha yang mereka dirikan itu selain ingin membantu sesama juga untuk investasi jangka panjang.

Maklum, masih kata pencetak satu dari dua gol yang tercipta ke gawang Filipina itu, profesi atlet tentu akan dibatasi dengan usia. Jadi, selama masih muda dan mempunyai karir aktif, persiapan menyongsong masa tua nanti harus segera dipersiapkan.

"Harapan berinvestasi di bidang pelayanan kesehatan adalah untuk masa investasi jangka panjang dan sambil berjalan bisa menjadi passive income ketika sudah tidak lagi bermain bola," tuturnya.

Ramadhan Sananta yang musim lalu membela Persis Solo itu menegaskan hal utama berdirinya kedua klinik itu tidak lebih karena belajar dari pengalaman sendiri bahwa ketika seorang atlet mengalami masalah atau cedera maka itu memerlukan perawatan intensif dan ditangani dengan ahli medis profesional agar karir tetap terjaga.

"Di samping itu, kita ingin membantu dan mempermudah teman-teman satu profesi, atlet apapun di klinik kita ini. Ketika mereka mengalami cedera, maka klinik kita akan memberikan kemudahan agar cepat ditangani," ujarnya.

Hal itu ditimpali Dimas Drajad seraya mengatakan bahwa kedua klinik tersebut terbuka untuk atlet-atlet yang menggunakan kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Karena menurut undang-undang kan atlit itu profesi sehingga bisa mempergunakan BPJS Ketenagakerjaan ketika mereka cedera saat latihan maupun bertanding," tegas Dimas Drajad.

(Akb/nusantaraterkini.co)