Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diam-diam Tes DNA Anak karena Sering Dibilang Tak Mirip, Hasilnya Mengejutkan Terungkap Rahasianya

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi

Nusantaraterkini.co – Ketika ragu akan sesuatu, seseorang akan melakukan apa saja untuk membuktikannya seperti yang dilakukan pria diam-diam tes DNA anak-anaknya.

Baca Juga : Bareskrim Polri Umumkan Hasil Tes DNA RK-Anak Lisa Mariana: tak Ada Kecocokan

Kisah pria diam-diam tes DNA anak-anaknya itu seketika menarik atensi warganet.

Baca Juga : Kasus Ridwan Kamil dan Lisa Mariana: Bareskrim Polri Gelar Pemeriksaan Tes DNA

Dikutip dari eva.vn, aksi pria diam-diam tes DNA anak-anaknya itu berakhir menguak rahasia istrinya.

Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan

Keluarga pria itu diketahui cukup berkecukupan.

Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang

Istrinya adalah seseorang yang berbudi luhur dan lemah lembut.

Pasutri itu dikaruniai 3 orang anak yang kini telah tumbuh menjadi dewasa.

Kehidupan mereka sangat membahagiakan dan memuaskan.

Banyak orang yang kagum akan keharmonisan keluarga mereka.

Namun, meskipun begitu, banyak orang yang bercanda bahwa ketiga anaknya tidak mirip dengan pria itu.

Lambat laun, omongan tersebut menumbuhkan benih keraguan di hati pria tersebut.

Semakin bertambah usianya, semakin ia merasa bahwa anak-anaknya sama sekali tidak sepertinya.

Akhirnya di usia 60 tahun, ia memberanikan diri untuk diam-diam menjalani tes guna mengetahui hubungan biologis antaranya dan ketiga anaknya.

Sejujurnya, ia sangat gugup saat mengambil keputusan ini.

Jika ketiga anaknya adalah benar darah dagingnya, ia akan merasa lega dan bahagia.

Namun, bagaimana jika istri dan anak-anaknya mengetahui hal ini, mereka pasti akan terluka dan keluarganya menjadi berantakan.

Dalam skenario terburuk, jika ketiga anak tersebut benar-benar tidak memiliki hubungan darah dengannya, bagaimana ia harus menanganinya?

Tapi jika tidak dites, hati pria itu sangat resah.

Pria itu kemudian mencoba mengumpulkan sampel dari ketiga anaknya untuk diuji. 

Menunggu hasilnya sungguh menyiksa.

Begitu ia menerima hasilnya, tangannya bergetar saat membukanya.

Ia diam-diam berharap itu semua hanya pikiran negatifnya.

Namun ketika ia membaca hasil pengujian, ia tercengang dan terjatuh ke lantai. 

Ketiga anaknya ternyata tidak memiliki hubungan darah dengannya.

Pria itu tidak mengerti mengapa istrinya yang berbudi luhur mengkhianatinya. 

Mengapa ia harus membesarkan 3 anak yang tidak ada hubungan darah dengannya?

Dalam kemarahan, ia menunjukkan laporan hasil tes ini di depan istri dan anak-anaknya.

Bak tersambar petir, seluruh keluarga seketika menjadi kacau balau.

Sang istri menangis dan mengakui kesalahannya.

Istrinya mengaku bahwa anak-anaknya adalah darah daging mantan pacarnya.

Usut punya usut, ternyata pada tahun-tahun pertama pernikahan, ketika pria itu sering bepergian untuk urusan bisnis, istrinya berhubungan dengan mantan pacarnya.

Namun, mantan pacarnya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia sejak lama. 

Karena tidak mampu membesarkan 3 orang anak sendirian, istrinya harus menyembunyikan hal tersebut.

Wanita itu berusaha menjadi istri yang baik dan berbakti untuk menebus kesalahannya di masa lalu.

Sang istri juga mengungkapkan bahwa pria itu memiliki masalah kesuburan dan tidak dapat memiliki anak.

Ia mengetahuinya setelah mereka menjalani pemeriksaan kesehatan, tetapi memilih merahasiakannya karena tidak ingin membuat suaminya merasa sedih atau rendah diri.

Kebenaran pahit itu membuat ketiga anaknya syok.

Anak gadisnya menangis dan memohon agar sang ayah tidak meninggalkan mereka.

Sang ayah begitu terpukul sehingga tidak tahu bagaimana menjawab sang putri dan bagaimana menangani masalah ini.

Ia kemudian p meninggalkan rumah selama seminggu.

Selama minggu itu, ia berteman dengan alkohol dan asap rokok.

Suatu hari, ketika ia memesan makanan ke motel tempat ia menginap sementara, ia terkejut melihat p pengantarnya adalah pasangan ayah dan anak.

Sang anak kira-kira berusia sekitar 4-5 tahun, ia duduk di belakangnya sambil memeluk erat ayahnya.

Saat itu bertepatan dengan hujan deras, pria itu pun meminta keduanya untuk mampir sembari menunggu hujan reda sebelum melanjutkan perjalanan.

Hati pria itu menghangat ketika melihat kedekatan ayah dan anak tersebut yang saling berpelukan dengan penuh kasih sayang.

Setelah mereka mengobrol, sang pria pengantar makanan itu tiba-tiba mengatakan hal yang membuatnya terkejut.

“Aku tidak menyembunyikan apapun darimu, dia anak angkatku. Saya melihatnya ditinggalkan di pinggir jalan dan merasa sangat kasihan sehingga saya mengadopsinya,”

“Saya percaya, jika kamu memberi cinta, kamu akan menerima cinta,”

“Garis keturunan itu tidak penting. Ada orang yang dikenal sebagai saudara tetapi tidak sebaik orang asing,”

Kata-kata pria itu seketika membuatnya terbangun.

Ketika hujan reda, ia pun segera pulang ke rumahnya.

Ia pun meminta maaf kepada istri dan anak-anaknya.

Ia sadar bahwa cinta keluarga tidak sebatas hubungan darah tetapi terletak pada saling menjaga dan mendampingi.

Cinta keluarga yang sejati tidak dapat disangkal dengan tes DNA sekali pun.

(mft/Nusantaraterkini.co)