Nusantaraterkini.co, GAZA - Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya 21 orang di sebuah kamp pengungsian di sebelah barat Kota Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (28/5/2024).
Beberapa hari sebelumnya Israel telah melakukan serangan serupa yang memicu kemarahan global.
Seorang pejabat senior di Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mohammad al-Mughayyir, mengatakan 21 orang telah terbunuh dalam serangan Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di sebelah barat Rafah.
Baca Juga : HNW: Indonesia Harus Taat Konstitusi, Dewan Perdamaian Jangan Jadi Legitimasi Penghapusan Gaza
Kelompok militan Palestina Hamas juga mengatakan bahwa serangan Israel telah menyebabkan “puluhan orang syahid dan terluka” di daerah tersebut.
Ketika dimintai komentar mengenai insiden tersebut, Militer Israel meminta koordinat serangan tersebut. Dikuti dari Kompas.com, sebelumnya, serangan Israel pada Minggu (26/5/2024) telah memicu kebakaran di sebuah kamp yang padat di Rafah.
Kebakaran itu membakar hidup-hidup para pengungsi. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan serangan Israel dua hari lalu total menewaskan 45 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Baca Juga : DPR Ingatkan Pemerintah: BOP Gaza Bentukan AS Berpotensi Jadi Beban dan Alat Legitimasi Israel
Dampak Israel serang Rafah itu pun memicu kemarahan global. Sejak awal Mei ini, Israel sebenarnya telah mulai melancarkan serangan kontroversialnya ke Rafah.
Mereka seakan tak menghiraukan kekhawatiran akan keselamatan 1,4 juta warga sipil Palestina yang saat itu berlindung di kota tersebut.
Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) pada Selasa melaporkan, sekitar 1 juta warga sipil sejak itu telah meninggalkan Rafah.
Baca Juga : Lempar Helm ke Pelajar Saat Bubarkan Balap Liar, Oknum Polisi Didemosi 5 Tahun
Pasukan Israel juga dilaporkan telah menguasai sisi Palestina di perlintasan perbatasan Rafah yang menghubungkan Mesir dan Gaza.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza, melaporkan jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel sejak Oktober lalu telah menembus angka 36.096 orang, sebagian besar warga sipil.
