Nusantaraterkini.co - PKB menyindir balik Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kaget gabung koalisi usai mengatakan 'tempat lama' hancur lebur. Partai Demokrat menilai PKB keliru jika menyindir AHY kaget menjadi bagian dari koalisi.
"Jika ada pihak yang mengatakan Mas Ketum AHY menyindir tempat lama karena kaget baru berkuasa, itu keliru besar bahkan misleading. Jelas dan terang pernyataan Mas Ketum AHY bahwa Pemilu 2024 yang baru saja usai menyajikan dua kabar bagi Partai Demokrat," kata Deputi Bappilu PD, Kamhar Lakumani, kepada wartawan, dikutip dari detikcom, Minggu (24/3/2024).
Menurut Kamhar, kabar baiknya, pilpres telah mengantarkan pasangan Prabowo-Gibran menang satu putaran dengan persentase 58,58%, dan kabar kurang baiknya, pada pileg karena Partai Demokrat mengalami penurunan kursi di parlemen.
Baca Juga : Polemik Ambang Batas 2029: Dede Yusuf Sebut Penurunan Angka Bukan Jaminan Suara Rakyat Terselamatkan
Meskipun perolehan pada 2024 sebesar 7,43%, tak terlalu jauh berbeda dibandingkan perolehan pada 2019 yang sebesar 7,77%. Bahkan, dari sisi jumlah suara terjadi peningkatan yang pada 2019 sebesar 10.876.507 suara sementara, sedangkan pada 2024 menjadi 11.283.160 suara.
"Namun dari sisi kursi di parlemen terjadi pengurangan jumlah kursi dari 54 menjadi 44. Meskipun demikian masih ada 5 Dapil yang bersengketa di MK, artinya masih ada peluang terjadi penambahan kursi," ujar Kamhar.
Ia menilai, penurunan jumlah kursi tersebut disebebkan adanya beberapa dapil menempati kursi tebal yang mengambil banyak suara, namun belum menambah kursi. Selain itu, menurutnya ada juga faktor lain yang berperan.
Baca Juga : Kritisi 175 Ribu Kasus Hukum Mangkrak, Legislator Hinca Panjaitan: Kalau Dikumpulin Bisa Satu Stadion
"Faktor utamanya tentu saja tak lepas dari dinamika Pilpres di Koalisi Perubahan, koalisi yang ikut dirintis Partai Demokrat namun kemudian menikam dari belakang," ucap Kamhar.
Kamhar mengatakan, idealnya mereka memenangkan pileg dan pilpres, namun situasi saat ini pun merupakan kemajuan bagi Demokrat yang masuk dalam pemerintahan. Sebab, Demokrat menyadari bahwa tempat terbaik untuk memperjuangkan aspirasi rakyat adalah berada di pemerintahan yang tidak mengabaikan kritik.
"Itu poin yang ingin ditekankan Mas Ketum AHY. Jadi jika ada yang mengatakan Mas AHY menyindir tempat lama karena kaget baru berkuasa, itu super keliru dan ahistoris. Partai Demokrat pernah menjadi partai terbesar dan the ruling party," imbuhnya.
Baca Juga : Melalui Empat Pilar, Sartono Hutomo Harap Masyarakat Jadi Agen Perubahan
Sebelumnya, Wasekjen PKB Syaiful Huda turut merespons pernyataan AHY yang menyindir tempat lama hancur lebur. Huda mengatakan sindiran AHY itu sebagai alibi karena jumlah kursi PD di DPR menurun.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom
