Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Demo DPRD Sumut, Mahasiswa UNIMED Desak Pengesahan UU Perampasan Aset hingga Reformasi DPR dan Polri

Editor:  Rozie Winata
Reporter: M Fadli Taradifa
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana demonstrasi yang digelar mahasiswa UNIMED di depan DPRD Sumut, Selasa (2/9/2025). (Foto: Mhd Ilham Pradilla/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (2/9/2025).

Pantauan Nusantaraterkini.co, aksi ini berjalan kondusif dan massa yang tergabung dari seluruh mahasiswa UNIMED ini menyampaikan aspirasinya menggunakan mobil komando.

Pimpinan aksi Lintong Naibaho mengatakan, dalam aksinya mereka menyampaikan 18 tuntutan. Dari tuntunan itu di antaranya pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor, Gaji Guru yang tidak sesuai atau pendidikan, Reformasi DPR dan Reformasi Polri.

Baca Juga : Kodam I/BB Pastikan Provokator yang Diamankan dalam Aksi Demo di DPRD Sumut Bukan Anggota TNI

“Perampasan aset ini sangat penting bagi bangsa kita. Kita melihat bangsa kita banyak sekali korupsi, sehingga harus ada wadah yang bisa mengantisipasi korupsi ini,” ungkapnya.

Kemudian persoalan pendidikan atau gaji guru juga menjadi prioritas yang mereka suarakan.

Baca Juga : Massa Aksi Akbar Sumut Merasa Diintimidasi Saat Drone Terbang dari Gedung DPRD

“UNIMED sebagai pencetus guru-guru, kami sangat miris ada yang mengatakan guru beban negara. Padahal gaji guru honorer sangat miris, kami ingin memperjuangkan itu, sekarang pendidikan dilecehkan. Untuk itu kami ingin menekankan pemerintah kalau boleh gaji guru itu layak, kami tidak menginginkan guru itu harus kaya tidak tapi minimal sejahtera, minimal difasilitasi penelitiannya,” jelasnya.

Terkait reformasi DPR, mereka menilai lembaga legislatif itu belakangan sering membuat kebijakan semena-mena tidak memikirkan kepentingan rakyat.

"Kemudian untuk reformasi Polri, agar Polri tidak lagi bertindak represif kepada massa aksi dan melakukan tindakan humanis," pungkasnya.

(Cw3/Nusantaraterkini.co)