Nusantaraterkini.co,MEDAN-Suasana hangat menyelimuti Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) saat dentuman musik tradisional Gordang Sambilan menyambut kehadiran Wali Kota Medan, Rico Waas, Sabtu (13/12/2025). Kehadirannya bukan sekadar seremonial dalam perayaan ulang tahun ke-80 PGRI dan pelantikan jajaran pengurus baru masa bakti 2025–2030, melainkan membawa misi penting mengenai arah pendidikan di tengah gempuran kecerdasan buatan.
Rico menekankan bahwa secanggih apa pun perangkat digital yang masuk ke ruang kelas, esensi mendidik tetaplah pada sentuhan manusia yang tidak bisa direplikasi oleh mesin.
Baca Juga : Prabowo Rehabilitasi Dua Guru SMA Luwu Utara, Komisi II Harap Kepala Daerah Tak Asal Pecat Guru Seenaknya
Rico Waas mengingatkan para pendidik agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi yang mengedepankan efisiensi digital. Ia memandang bahwa pemahaman mendalam terhadap kepribadian dan kondisi psikologis siswa jauh lebih krusial dibandingkan sekadar penguasaan alat teknis.
"Peserta didik adalah manusia, bukan robot. Guru adalah figur pengganti orang tua di sekolah. Karena itu, pendekatan emosional dan komunikasi langsung harus tetap dibangun," tegas Rico saat memberikan arahan kepada ratusan tenaga pendidik yang hadir.
Transformasi pendidikan di ibukota Sumatera Utara ini memang sudah mulai terlihat dengan adanya inisiasi smart class di berbagai sekolah menengah, namun Rico memberikan catatan kritis mengenai risiko ketergantungan gawai. Ia merasa khawatir jika teknologi justru menciptakan sekat komunikasi, baik di lingkungan sekolah maupun di dalam rumah tangga.
"Jangan sampai dalam satu rumah, anggota keluarga hanya berkomunikasi melalui ponsel, padahal berada dalam ruangan yang sama. Pendidikan karakter harus dibangun melalui sinergi antara sekolah dan keluarga," tambahnya.
Momentum ini juga diisi dengan aksi nyata kepedulian sosial melalui pemberian apresiasi bagi 146 guru yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, serta penyaluran bantuan bagi pendidik yang menjadi korban musibah banjir.
Baca Juga : Terpilih Lagi jadi Ketua PGRI Sumut, Saiful Abdi Dukung Program Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Guru
Sejalan dengan visi tersebut, Ketua PGRI Medan yang baru, Andi Yudhistira, menyatakan komitmennya untuk menggeser fokus organisasi ke arah pengembangan kapasitas guru agar lebih relevan dengan tantangan zaman. Transformasi ini dianggap vital sebagai fondasi dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong cita-cita Indonesia Emas di masa depan.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
