Massa Aksi Akbar Sumut Merasa Diintimidasi Saat Drone Terbang dari Gedung DPRD
Ribuan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar) Sumatera Utara merasakan ketegangan saat sebuah drone tiba
nusantaraterkini.co, MEDAN – Ribuan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar) Sumatera Utara merasakan ketegangan saat sebuah drone tiba-tiba terbang rendah di atas kerumunan mereka di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (1/9/2025).
Drone itu terlihat keluar dari arah dalam gedung dewan dan melayang rendah di atas kepala para demonstran yang sedang berorasi. Meski drone tersebut tidak mendekat ke barisan massa, namun menimbulkan teriakan kesal dari peserta aksi.
“Kami merasa diintimidasi. Ini jelas bentuk pengawasan yang menakut-nakuti rakyat,” kata Gana menggunakan pengeras suara di tengah Ketua DPRD Sumut, Erni Ariayanti berbicara.
Seruan itu langsung disambut riuh sorakan dan teriakan “usir drone” dari massa yang duduk di aspal jalan.
Pantauan Nusantaraterkini.co, drone berwarna hitam itu terbang sekitar sepuluh menit, diduga mengambil gambar di atas kerumunan. Massa berusaha mengibaskan spanduk dan bendera untuk mengusirnya. Beberapa mahasiswa melempar botol plastik kosong ke arah drone, namun gagal mengenainya.
Seorang peserta aksi yang merupakan warga sipil, Dairus (38), mengaku ikut merasa resah. “Kayak diawasin dari atas. Jadi takut juga kalau sampai ada gas air mata kayak demo-demo sebelumnya,” ujarnya.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.20 WIB itu ditandai dengan pembentangan spanduk bertuliskan “Negara Gagal Menjamin Kesejahteraan Rakyat” serta pembakaran ban di tengah jalan. Dalam amatan, hingga saat ini belum ada pengawasan dari pihak kepolisian.
Aksi mereka juga menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Saat ini di lokasi kondisi jalan tampak mulai padat meski arus lalu lintas masih terkendali. Tidak ada macet yang berarti.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyinggung soal kematian seorang pengemudi ojek online yang tewas saat demonstrasi beberapa waktu lalu.
“Negara tidak mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya, terbukti dari tewasnya seorang driver ojek online pada saat demonstrasi,” kata seorang orator.
Selain mengkritik buruknya jaminan kesejahteraan, massa juga menolak narasi provokatif yang belakangan kerap beredar di media sosial pasca-rentetan aksi unjuk rasa di berbagai kota.
Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi masih berlangsung dengan orasi dan nyanyian-nyanyian perlawanan. Massa AKBAR Sumut menyebut membawa lima tuntutan yang akan mereka sampaikan kepada pemerintah.
Bubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bubarkan Partai Politik, Bentuk Dewan Rakyat.
Batalkan semua kenaikan untuk paja untuk rakyat, alihkan kepada kebutuhan rakyat: Pendidikan dan Kesehatan.
Lakukan evaluasi dan reformasi menyeluruh Institusi Kepolisian agar menjadi Lembaga yang profesional, akuntabel, demokratsi dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan. Usut tuntas pelindas Affan dan adili seluruh aparat keamanan yang menyebabkan kematian Affan.
Tolak upah murah buruh dan berikan jaminan kesejahteraan bagi kelas pekerja.
Hentikan segala bentuk perampasan ruang hidup rakyat.
Hentikan brutalitas kepolisian dan segera bebaskan seluruh demonstran yang ditahan secara sewenang-wenang yang ditahan di setiap daerah.
Tolak Multifungsi TNI, Cabut UU TNI Nomor 2 Tahun 2025.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALFilep Wamafma Minta Hak Daerah Penghasil Diperkuat dalam RUU Migas
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
KRIMINALKetua DPRD Sumut Bantah Sengaja Perlambat Penyidikan Kasus Dhody Thahir di Polda
Rozie Winata·55 menit yang lalu -
NEWSWarga Kampung Nelayan Seberang Belawan Minta Kejelasan Status Wilayah dan Kependudukan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPenambahan Anggaran Kemendiktisaintek Harus Berdampak Nyata Bagi Pendidikan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOPemko Medan Tegaskan Penyesuaian Pajak dan Retribusi Berorientasi Kepastian Hukum dan Pelayanan Publik
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penggelapan Kapal Tongkang OCEANIC 238
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANSambut Baik Instruksi Pendidikan Gratis Prabowo, Habib Syarief Ingatkan Kesiapan Fiskal Negara
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKDPR Pastikan Pembahasan UU Ketenagakerjaan Digarap Masa Sidang Ini Sesuai Putusan MK
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMUTAngkutan Peti Kemas KAI Sumut Tumbuh 25 Persen Hingga Agustus 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan