Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Daftar Media Terkena Badai PHK Massal Selain Kompas TV, Ada Apa Ya?

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gelombang PHK di Industri Media Tak hanya Kompas TV, sederet perusahaan media di Indonesia juga telah mengumumkan langkah efisiensi serupa, berupa PHK massal.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Saat ini publik dikejutkan dengan kabar Kompas TV resmi menghentikan siaran dan memutuskan hubungan kerja puluhan karyawan atau layoff.

BACA: PHK Massal di Kompas TV Sampai Lakukan Layoff Jadi Momen Mengharukan di Hari Buruh

Keputusan ini menjadi sorotan tajam, terlebih momen perpisahan presenter Gita Maharkesri yang tak kuasa menahan tangis saat siaran terakhir, viral luas di media sosial.

Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Hentikan Sikap Pasif, Ancaman PHK Massal 2026 Mengintai

Gita, salah satu anchor senior Kompas TV, menyampaikan salam perpisahan penuh haru saat membawakan program Kompas Sport Pagi.

Video tangisannya saat pamit tersebar luas, memicu gelombang simpati dari netizen.

Namun ternyata, krisis di industri media Indonesia tak hanya menimpa Kompas TV.

Baca Juga : Revisi UU P2SK Berpotensi Picu PHK Massal di Crypto Exchange Indonesia

Sejumlah perusahaan media lain juga terpaksa melakukan PHK massal dalam beberapa tahun terakhir.

Gelombang PHK di Industri Media

Tak hanya Kompas TV, sederet perusahaan media di Indonesia juga telah mengumumkan langkah efisiensi serupa, berupa PHK massal.

Baca Juga : PHK Massal di Kompas TV Sampai Lakukan Layoff Jadi Momen Mengharukan di Hari Buruh

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk akun X @PartaiSocmed, berikut deretan media yang terdampak:

- iNews

eluruh kantor biro daerah resmi ditutup per 30 April 2025. MNC Group selaku pemilik dilaporkan melakukan PHK terhadap 400 karyawan.

Baca Juga : Presenter Senior Kompas TV Tak Kuasa Menahan Air Mata dalam Siaran Terakhirnya Kena PHK Massal

"Breaking!

Inews per 30 April menutup semua kantor bironya di Indonesia. MNC group layoff 400 pegawainya," cuit @PartaiSocmed.

- CNN Indonesia TV

Mengonfirmasi adanya PHK massal sekitar 200 karyawan, termasuk di divisi newsroom dan teknis.

- MNC Group

Selain di Inews, grup ini juga memangkas lebih dari 400 karyawan di beberapa divisi.

Restrukturisasi redaksi juga dilakukan, dari 10 pemimpin redaksi kini hanya tersisa 3.

- Kompas TV

Mengumumkan PHK 150 karyawan dan menghentikan siaran televisi digital, fokus beralih ke platform digital dan streaming.

- TV One

Melakukan pengurangan tenaga kerja, sebanyak 75 pegawai diberhentikan sebagai bagian restrukturisasi.

- Viva.co.id

Dikabarkan akan menutup kantor operasional di Pulogadung dalam waktu dekat, sejalan dengan pemangkasan pegawai.

- Emtek Group

Melakukan efisiensi dengan memangkas 100 karyawan dari berbagai unit usaha.

- Global TV (GTV)

Mengurangi 30% tenaga kerja di bagian produksi sebagai upaya penyesuaian biaya.

- TVRI

Menghentikan kontrak kontributor dan pekerja lepas di sejumlah daerah untuk efisiensi anggaran.

- RRI (Radio Republik Indonesia)

Memutus kontrak pekerja outsourcing dan non-PNS, mengikuti langkah efisiensi serupa.

- ANTV

Mengonfirmasi pemecatan 57 karyawan akibat restrukturisasi operasional.

- Net TV

Melakukan PHK massal usai proses akuisisi oleh MD Entertainment.

- Republika

Merumahkan 60 karyawan termasuk 29 wartawan dalam rangka efisiensi operasional.

Fenomena di Balik Gelombang PHK Massal

Para pengamat industri menilai, gelombang PHK massal ini terjadi sebagai dampak transformasi digital, pergeseran perilaku konsumsi informasi, dan tekanan ekonomi nasional.

Iklan, yang menjadi tulang punggung pendapatan media, semakin banyak beralih ke platform digital nonkonvensional seperti media sosial, YouTube, hingga influencer marketing.

Fenomena ini juga dianggap sebagai efek disrupsi teknologi yang memaksa media untuk beradaptasi atau mati.

Banyak media akhirnya beralih ke strategi digital-first, menutup lini cetak atau siaran konvensional, dan fokus ke konten online serta streaming.

Tanda Krisis atau Transformasi?

PHK massal yang melanda industri media menandakan tantangan serius dalam keberlanjutan jurnalisme profesional.

Namun di sisi lain, ini juga menjadi peluang bagi perusahaan media untuk bertransformasi, memperkuat model bisnis digital, dan mengeksplorasi sumber pendapatan baru.

"Banyak yg coba menyalahkan pemerintah. Padahal ini transformasi media yg terjadi akibat revolusi internet, sosial media dan kecerdasan buatan yg begitu cepat. Ini mirip bertumbangannya retail besar dampak menguatnya e-comerce," tulis @nalar_logis.

"Sebagaimana perubahan melenyapkan model bisnis lama maka perubahan pula yg akan melahirkan peluang (model bisnis) baru," imbuh dia.

Meski demikian, para pekerja media berharap agar transformasi tidak mengorbankan hak-hak karyawan dan tetap menjaga standar jurnalisme berkualitas di era digital.

(wiwin/nusantaraterkini.co)