Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Irham Buana saat Mobilnya Diserang OTK di Belawan: Mereka Ingin Mengincar Saya

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi kendaraan Irham Buana Nasution setelah diserang dua orang pria. (Foto: dok ist)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Irham Buana Nasution, menceritakan dugaan penyerangan yang dialaminya saat berada di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Pria berusia 56 tahun itu mengaku jika kendaraan roda empat yang ditumpanginya dilempar menggunakan sebuah benda keras oleh dua orang pria yang identitasnya belum diketahui, sehingga menyebabkan kaca pada bagian belakang kendaraannya pecah.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (8/7/2025). Saat itu, Irham baru saja selesai beribadah sekitar pukul 12.30 WIB di salah satu rumah ibadah yang ada di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Anggota Komisi III Mangihut Sinaga Desak Polisi Tangkap Pelaku Teror Anggota DPRD Sumut

Selanjutnya dia dan rombongan legislatif lainnya berpisah sebelum kejadian. Hanya Irham dan sopirnya yang mengalami dugaan penyerangan. Dari lokasi kejadian, mereka hendak menuju ke Islamic Centre Martubung.

Irham mengaku akan meninjau proyek bangunan rumah ibadah yang berlokasi di Jalan Rawe, Kecamatan Medan Labuhan. Saat kendaraan melaju, tiba-tiba kendaraan mereka diserang.

“Itu terjadi kemarin (Selasa) dalam agenda kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) yang pertama dalam periode ini. Kendaraan kami sepertinya dilempar pakai batu oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Mereka menutup wajah, tidak diketahui identitasnya,” kata Irham kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Rabu (9/7/2025).

Irham mengaku terkejut atas penyerangan itu. Atas kondisi tersebut, Irham kemudian meminta sopirnya untuk menepi, untuk melihat bagian atas kendaraan yang telah dilempar menggunakan benda keras.

Namun, saat berhenti di tepi jalan dua orang pelaku tersebut kemudian berbalik ke arah mereka. Mendekat ke pintu kanan kendaraan, tepat di posisi Irham duduk.

“Awalnya mereka saya duga ingin menyerang bagian depan kendaraan tapi yang kena justru atap kendaraan. Dan saat saya dan sopir berhenti, mereka berbalik ke arah kami. Saya duga mereka ingin mengincar saya karena mereka mendekat ke arah saya,” jelasnya.

Kondisi itu, menurut Irham, merupakan penyerangan kedua. Dia juga menduga jika sasaran utama dua orang pria tersebut adalah dirinya. Di tengah situasi tersebut, Irham kembali memerintahkan sopirnya untuk melaju dan meninggalkan lokasi.

Peristiwa tersebut, kata Irham, adalah catatan buruk. Pasalnya, agenda yang sedang merupakan bagian pekerjaan lembaga legislatif yang dilindungi oleh Undang-undang yang berlaku.

BACA JUGA: Aksi Pelemparan Kereta Api Terus Berulang, KAI Sumut Ingatkan Pelaku Bisa Dikenai Pidana Penjara Seumur Hidup

“Kunjungan kami itu secara Undang-undang dilindungi oleh hukum karena kita menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Dan jangan sempat peristiwa ini menjadi preseden,” tegas Irham.

Atas kejadian tersebut, Irham telah membuat laporan ke Polda Sumut dan terdaftar dengan nomor: STTLP/B/1065/VII/2025/POLDA Sumut.

Dilain sisi, anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga telah mendesak kepolisian untuk segara memburu pelaku penyerangan tersebut.

Dia menilai aksi tersebut bentuk ancaman nyata atas kerja-kerja legislatif. Kondisi itu mencerminkan buruknya keamnanan publik.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)