Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun melakukan sidak terhadap ponsel milik Perwira dan anggotanya.
Razia dadakan ini berlangsung, Senin (8/7/2024) untuk mengecek apakah ada anggota yang terpapar judi online.
Kombes Teddy Marbun mengatakan razia dilakukan sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Khususnya terkait praktik judi online di lingkungan Polri.
Baca Juga : Kajari Medan Akui Terima SPDP 4 Ketua Organisasi Mahasiswa, Sangkaan Pasalnya 368 Ayat 1 KUHP
"Pemeriksaan tersebut merupakan bentuk komitmen Polrestabes Medan, demi memastikan semua personel menjalankan tugas dengan profesional dan bebas dari kegiatan yang melanggar hukum," ujarnya.
Teddy Marbun ingin memastikan tak ada personel terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak citra Kepolisian. Termasuk judi online yang tengah marak dan menjadi sorotan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh nantinya pada ponsel anggota Kepolisian di wilayah tugas Polrestabes Medan sebagai bentuk untuk penekanan dan ketegasan memberantas judi online, Apalagi, dampaknya dapat mempengaruhi mental anggota kepolisian yang ikut main judi online.
"Penegakan disiplin anggota Polri selalu dilakukan agar anggota kepolisian selalu waspada, sehingga tidak terlibat praktik - praktik yang melanggar kode etik Polri," katanya.
Pihaknya akan terus memantau dan melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan tidak ada personel Polri, khususnya jajaran Polrestabes Medan yang terlibat dalam aktivitas ilegal.
Jika ditemukan adanya pelanggaran, Kombes Teddy Marbun mengaku tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga : Alat Berat Sudah Disiagakan di Depan Mall Centre Point, Pemko Medan Ultimatum Ini dan Segera Bongkar!
"Pengecekan ponsel Perwira dan anggota sengaja dilaksanakan tanpa pemberitahuan. Judi online ini dampaknya negatif, apalagi sangat merugikan baik secara individu maupun institusi Kepolisian," jelasnya.
Teddy Marbun menjelaskan, secara individu judi online bisa menyebabkan masalah baik dengan keluarga hingga menjadi stres dan menimbulkan gangguan mental.
"Judi online atau slot yang sering dimainkan itu sangat merugikan, permainan itu sudah didesain sedemikian rupa untuk membuat para penggunanya ketagihan, sehingga mengganggu psikologis untuk tetap bermain walaupun sudah mengalami banyak kekalahan," kata Teddy Marbun
Baca Juga : Polisi Tangkap Pelaku Pencuri Ban saat Parkir yang Sempat Viral di Medsos
"Sehingga sangat disayangkan jika gaji yang diterima habis dipakai untuk bermain judi online apalagi sampai harus menjadi pemicu masalah besar lainnya," pungkasnya.
(cw5/nusantaraterkini.co)
