Cabuli Anak di Musala, Pria 20 Tahun Ditangkap Satreskrim Polres Labuhanbatu
Pria berinisial MA ditangkap Satreskrim Polres Labuhanbatu usai diduga mencabuli seorang anak di musala wilayah Kualuh Selatan, Labura.
Nusantaraterkini.co, LABUHANBATU – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Labuhanbatu melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengamankan seorang pria berinisial MA (20) yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak di Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Terduga pelaku diamankan pada Senin (3/8/2026) setelah adanya laporan dari keluarga korban. Saat ini, MA telah diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Labuhanbatu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasat Reskrim labuhanbatu" class="article-tag-link" rel="tag">Polres Labuhanbatu, AKP M. Jihad Fajar Balman, mengatakan penanganan kasus tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 3 Agustus 2026. Setelah menerima laporan, personel Unit PPA yang dipimpin Kanit PPA Ipda R.D. Naibaho segera melakukan penyelidikan dan penanganan perkara.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan pencabulan itu terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah musala di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pelaku diduga lebih dahulu membujuk teman-teman korban agar meninggalkan lokasi dengan memberikan sejumlah uang. Setelah korban berada seorang diri, pelaku diduga mengajaknya masuk ke dalam musala dan melakukan perbuatan cabul.
Usai kejadian, korban pulang ke rumah dan menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua. Mendapatkan pengakuan tersebut, keluarga korban segera melapor kepada perangkat desa dan pihak kepolisian.
Berbekal laporan itu, aparat desa bersama instansi terkait berkoordinasi dengan Polsek Kualuh Hulu hingga akhirnya terduga pelaku berhasil diamankan dan diserahkan kepada Unit PPA Satreskrim labuhanbatu" class="article-tag-link" rel="tag">Polres Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026) menegaskan komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta menangani setiap perkara yang melibatkan perempuan dan anak secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.
"Polres Labuhanbatu berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada anak serta menangani setiap laporan tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak secara profesional. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan maupun pelecehan terhadap anak agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum," ujar AKP Aswin Irwan.
Saat ini kasus pencabulan ini tengah ditangani Unit PPA Polres Labuhanbatu. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah masih ada korban lainnya dalam peristiwa ini.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·23 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·58 menit yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALHercules: Penyadapan terhadap Presiden Adalah Tindakan Makar dan Pengkhianatan Negara
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan