Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bursa Asia Mayoritas Bersandar di Zona Merah Terseret Investor Mencerna Berbagai Peristiwa di Korea Selatan

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bursa Asia mayoritas bersandar di zona merah di mana indeks Nikkei 225 melemah 0,22% ke 39.160,95. Sejalan, indeks Hang Seng melemah 0,12% ke 19.722,15.

Nusantaraterkini.co - Pada awal perdagangan hari ini. Rabu (4/12/2024) Bursa Asia mayoritas bersandar di zona merah di mana indeks Nikkei 225 melemah 0,22% ke 39.160,95. Sejalan, indeks Hang Seng melemah 0,12% ke 19.722,15.

Diperdagangan pukul 08.21 WIB pagi ini indeks Taiex naik 0,6% menjadi 23.165,5. Berbeda, Kospi anjlok 1,88% ke 2.453,16 dan indeks S&P/ASX 200 melemah 0,49% ke 8.453,7.

BACA: Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Dibanderol di Level Rp1.513.000 Per Gram di Perdagangan Rabu (4/12/2024)

Baca Juga : IHSG Menguat di Awal Pekan, Harga Emas Kembali Naik di Atas $4.500 Per Ons

Sementara, FTSE Straits Times menguat 0,19% ke 3.793,44 dan FTSE Malay menguat tipis 0,05% menjadi 1.607,7.

Di sisi lain, Pasar Asia Pasifik lainnya dibuka bervariasi karena investor mencerna berbagai peristiwa di Korea Selatan.

BACA: Harga Emas Antam Naik Rp5.000 Bertengger di Level Rp 1.514.000 Per Gram di Perdagangan Selasa (3/12/2024)

Baca Juga : IHSG Melemah Ikuti Tekanan Bursa Asia dan Global, Pasar Tunggu Rilis Data Ekonomi

Investor juga menilai realisasi pertumbuhan ekonomi riil Australia yang tumbuh 0,8% pada kuartal III-2024.

Menurut data dari Biro Statistik Australia, realisasi tersebut meleset dari ekspektasi pertumbuhan 1,1% oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan merupakan kuartal kedelapan tanpa kenaikan PDB.

BACA: Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks Dow Jones Industrial Average Melempem 76,47 Poin

Baca Juga : Pasar Asia Pasifik Sebagian Besar Menghijau Ditopang Investor Mencerna Data Pertumbuhan Ekonomi Jepang

Pasar Korea Selatan dibuka melemah, setelah pergolakan politik di Korea Selatan yang menyebabkan Presiden Yoon Suk Yeol memberlakukan dan kemudian mencabut dekrit darurat militer dalam hitungan jam.

Indeks Kospi turun 1,6%, sementara Kosdaq melemah 1,9%, memangkas beberapa kerugian setelah laporan tentang kemungkinan penggunaan dana segar oleh pemerintah untuk menopang pasar saham.

BACA: Analis Pasar: Pelemahan Kurs Rupiah Diramalkan Bisa Menembus Level Rp16.000 Per Dolar AS Tertekan Ancaman Trump untuk Negara BRICS

Baca Juga : Pasar Asia Pasifik Sebagian Menghijau Mengekor Kenaikan Wall Street

Menurut Kantor Berita Yonhap, regulator keuangan Korea Selatan siap untuk menggunakan 10 triliun won (atau setara US$ 7,07 miliar) dalam dana stabilisasi pasar saham yang bisa digunakan kapan saja, untuk menenangkan sentimen pasar.

Di tengah kekhawatiran ketidakstabilan keuangan, dewan kebijakan moneter Bank Korea mengadakan rapat dewan luar biasa sekitar pukul 9 pagi waktu setempat.

Menurut laporan lokal, Partai Demokrat oposisi negara itu mengatakan akan memulai proses pemakzulan untuk menyingkirkan Presiden Yoon jika dia tidak segera mengundurkan diri.

Baca Juga : Menguat Sendiri di Kawasan Asia, IHSG Dibuka Naik 0,60 Persen ke Level 8.712

Kepala staf dan sekretaris senior Yoon dilaporkan telah memberikan surat untuk mengundurkan diri secara massal.

Di AS semalam, saham Korea Selatan berayun liar di tengah pergolakan politik yang mengguncang ekonomi terbesar ke-13 di dunia itu.

iShares MSCI South Korea ETF (EWY), yang melacak lebih dari 90 perusahaan besar dan menengah di Korea Selatan, anjlok hingga 7% hingga mencapai level terendah dalam 52 minggu.

Baca Juga : Bursa Asia bervariasi: Indeks Nikkei 225 Anjlok 1,3% dan Hang Seng Naik 0,15%

Kemudian pada hari itu, ETF memangkas kerugian dan ditutup pada hari Selasa dengan penurunan 1,6%.

Setelah Yoon mengatakan bahwa ia akan mencabut deklarasi darurat menyusul pemungutan suara Majelis Nasional untuk membatalkan keputusan darurat militernya.

Sementara itu, S&P 500 naik tipis sebesar 0,05%, sementara Nasdaq Composite naik 0,4%.

Kedua indeks ditutup pada rekor tertinggi. Dow yang terdiri dari 30 saham merupakan yang paling lambat, dengan penurunan hampir 0,2%.

(nusantaraterkini.co/win)