Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Melemah Ikuti Tekanan Bursa Asia dan Global, Pasar Tunggu Rilis Data Ekonomi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu (5/11/2025), seiring sentimen negatif

Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Gabungan () di (BEI) kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu (5/11/2025), seiring sentimen negatif yang melanda bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka turun 28,31 poin atau 0,34 persen ke level 8.213,60, sedangkan indeks terkoreksi 2,36 poin atau 0,28 persen ke posisi 839,48.

Menurut riset Lotus Andalan Sekuritas, pelaku pasar cenderung berhati-hati sambil menanti rilis data kuartal III-2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperkirakan tumbuh sekitar 5,01 persen (yoy). Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal sebelumnya.

Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) masih optimistis laju ekonomi nasional akan menguat hingga akhir tahun, ditopang oleh ekspor yang solid serta kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Selain itu, pasar juga menyoroti tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International () periode November 2025. Evaluasi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, terutama jika ada perubahan pada konstituen saham unggulan yang masuk atau keluar dari daftar MSCI.

Dari sisi global, shutdown (penutupan) pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung 36 hari menjadi perhatian utama investor. Kondisi ini berdampak pada gangguan layanan publik, penurunan kepercayaan bisnis dan konsumen, serta pelemahan aktivitas ekonomi AS.

Sementara itu, penguatan dolar AS dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk . Namun demikian, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun justru turun ke 6,15 persen, mencerminkan adanya minat beli investor di pasar obligasi.

Dari bursa global, indeks utama Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (4/11). Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,26 persen, DAX Jerman melemah 0,76 persen, dan CAC Prancis turun 0,52 persen, sementara FTSE 100 Inggris justru naik tipis 0,14 persen.

Sentimen negatif juga melanda , di mana Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,53 persen ke 47.085,24, S&P 500 turun 1,17 persen ke 6.771,74, dan Nasdaq Composite anjlok 2,07 persen ke level 25.435,70.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks juga seragam di zona merah. Nikkei Jepang merosot 3,93 persen ke 49.480,00, Shanghai Composite turun 0,54 persen ke 3.983,25, Hang Seng Hong Kong melemah 1,25 persen ke 25.665,50, dan Strait Times Singapura terkoreksi 1,10 persen ke 4.373,07.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru