Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

ASN BPS Bunuh dan Rampok Rekan Kerja: Uang Dipakai untuk Tiket Orang Tua hingga Judi Online

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, datangi lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap KLP alias Tiwi (30) tahun, pegawai Badan Pusat Statestik (BPS) di Desa Soagimalaha, Kota Maba, Jumat (8/8/2025). (Foto: Dok. kumparan).

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Misteri kasus pembunuhan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) di Halmahera Timur, KLP alias Tiwi (30), akhirnya mulai terkuak. Pelakunya, Aditya Hanafi (27), yang tak lain adalah rekan kerja korban, ternyata memiliki motif yang jauh dari dugaan awal.

Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya, mengungkap bahwa uang hasil kejahatan tidak digunakan untuk biaya pernikahan seperti yang sebelumnya beredar. 

“Bukan untuk menikah. Uang itu dipakai membeli tiket pesawat orang tuanya dari Jakarta ke Ternate,” ujar Habiem, Minggu (10/8/2025).

Baca Juga : Empat Terdakwa Kasus Korupsi Penjualan Aset PTPN I Senilai 263 Miliar Jalani Sidang di PN Medan

Namun, temuan polisi tak berhenti di situ. Dari hasil pemeriksaan, Aditya juga memanfaatkan uang rampasannya untuk melunasi utang dan mendepositkan dana ke akun judi online.

Kronologi Kejahatan

Kejadian bermula saat Aditya berusaha meminjam uang dari Tiwi, namun permintaan itu ditolak. Kesal, ia kemudian mengamati gerak-gerik korban dari kamar calon istrinya, yang kebetulan juga teman dekat Tiwi.

Baca Juga : Kasus Bullying Meningkat, DPR Desak Pemerintah Hadirkan Psikolog di Setiap Sekolah

Pagi hari, Sabtu 19 Juli 2025, Aditya membuntuti korban hingga ke kamarnya. Di sana, ia memaksa Tiwi membuka ponsel dan membocorkan PIN aplikasi keuangan. Dari situ, pelaku mentransfer Rp38 juta ke akun GoPay miliknya.

Tak puas, ia juga mengajukan pinjaman online menggunakan identitas korban, hingga total uang yang berhasil dikuras mencapai Rp89 juta. Setelah itu, Aditya membekap korban hingga meninggal dunia.

Pelarian dan Penangkapan

Baca Juga : Konflik Lahan Berujung Maut, Dipicu Soal Hasil Karet yang Dicuri

Usai menghabisi nyawa korban, Aditya langsung kabur ke Ternate. Ironisnya, di kota itu ia tetap melangsungkan pernikahan. Tak lama berselang, pelariannya berakhir setelah polisi membekuknya pasca resepsi.

Sejauh ini, delapan saksi sudah dimintai keterangan. Polisi juga berencana memeriksa istri pelaku untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya atau pengetahuannya terkait aksi keji tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Polres Tapsel Ringkus Pelaku Pembunuhan Sadis di Paluta, Sengketa Lahan Berakhir Maut