BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Rp1,11 Miliar Plus Beasiswa S-1 bagi Keluarga Korban PT Evyap
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Rp1,11 Miliar Plus Beasiswa S-1 bagi Keluarga Korban PT Evyap
Nusantaraterkini.co, BATUBARA – Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Utara dan Aceh (Sumbagut) menyerahkan bantuan santunan dan tali asih kepada keluarga ahli waris korban musibah kecelakaan kerja PT Evyap yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Acara penyerahan santunan berlangsung secara simbolis di Kantor Bupati Batu Bara pada Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Kunto Wibowo, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara Husaini, perwakilan manajemen PT Evyap dan PT Nirwana Mahani Putra, serta jajaran dinas terkait dan seluruh istri almarhum korban.
Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada manajemen PT Evyap, PT Nirwana Mahani Putra selaku penyalur tenaga kerja, serta BPJS Ketenagakerjaan atas respon cepat dan kepedulian yang diberikan kepada tiga keluarga korban asal Kabupaten Batu Bara.
"Pemerintah berharap bantuan dan jaminan pendidikan ini dapat meringankan beban para istri dan anak-anak yang ditinggalkan, sehingga anak-anak korban dapat terus melanjutkan sekolah hingga selesai," ujar Bupati Baharuddin, Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp1,8 miliar, yang terdiri dari tali asih perusahaan serta klaim manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
PT Evyap dan PT Nirwana menyerahkan bantuan tali asih dengan total senilai lebih dari Rp700 juta untuk membantu menyokong perekonomian keluarga korban. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan total manfaat sebesar Rp1.115.610.000 kepada para ahli waris dari tiga pekerja.
Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa penyerahan santunan ini merupakan wujud nyata pemenuhan hak pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif.
Besaran santunan kematian akibat kecelakaan kerja yang diterima ahli waris berkisar antara Rp300 juta hingga Rp500 juta per keluarga, yang dihitung sebesar 48 kali gaji bulanan almarhum beserta akumulasi program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).
"Selain santunan kematian, BPJS Ketenagakerjaan juga menanggung beasiswa pendidikan untuk maksimal dua orang anak korban mulai dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi (S-1) yang disalurkan secara berkala setiap tahun langsung ke rekening anak penerima manfaat," jelas Kunto Wibowo.
Ia juga mengapresiasi kepatuhan PT Evyap dan PT Nirwana dalam mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya. Kunto mengimbau seluruh perusahaan dan pekerja di sektor formal maupun informal untuk memprioritaskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta memperketat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berikut rincian penyaluran manfaat Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), JHT, JP Lumpsum, dan Santunan Beasiswa untuk masing-masing keluarga tenaga kerja PT Nirwana Mahani Putra Unit Evyap:
Alm. Mhd Rifaldy (Santunan JKK: Rp214.000.000, Santunan JHT: Rp456.000, JP (Lumpsum): Rp240.000, Beasiswa (1 Anak): Rp87.000.000. Total Manfaat: Rp301.696.000).
Alm. Nasri Effendi (Santunan JKK: Rp214.000.000, Santunan JHT: Rp456.000, JP (Lumpsum): Rp240.000, Beasiswa (1 Anak): Rp81.000.000. Total Manfaat: Rp295.696.000).
Alm. Sumadi (Santunan JKK: Rp358.000.000, Santunan JHT: Rp798.000, JP (Lumpsum): Rp420.000, Beasiswa (2 Anak): Rp159.000.000. Total Manfaat: Rp518.218.000).
"Penyerahan hak santunan dari BPJS Ketenagakerjaan ini akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing ahli waris guna memberikan jaminan keberlanjutan masa depan keluarga yang ditinggalkan," tambah Kunto Wibowo.
Diberitakan sebelumnya kebakaran besar melanda gedung PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.10 WIB, lalu.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang pekerja tewas. Berdasarkan video viral yang beredar, terlihat sejumlah pekerja melompat dari ketinggian gedung pabrik Biding yang terbakar guna menyelamatkan diri dari kobaran api.
(mft/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·12 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan