Nusantaraterkini.co, BANGKOK - Juru bicara (jubir) Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, pada Rabu (10/12/2025) mengatakan, bentrokan perbatasan yang sedang berlangsung dengan Kamboja memaksa lebih dari 400.000 warga Thailand di tujuh provinsi untuk mengungsi.
Komando Area Angkatan Darat ke-2 Thailand menyatakan melalui media sosial, mulai Rabu pukul 05.00 waktu setempat, terjadi baku tembak di beberapa area di sepanjang perbatasan di provinsi Buriram, Surin, Sisaket, dan Ubon Ratchathani, tanpa ada laporan korban sejauh ini.
Baca Juga : Tiga Warga Kamboja Terluka akibat Serangan Thailand, Ketegangan Memanas Lagi
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa sekitar pukul 08.40 waktu setempat, roket BM-21 yang ditembakkan dari sisi Kamboja mendarat di dekat sebuah rumah sakit di Provinsi Surin, memicu evakuasi pasien dan staf ke tempat penampungan.
Menurut media Thailand, bentrokan perbatasan terbaru antara Thailand dan Kamboja memaksa lebih dari 800 sekolah dan banyak rumah sakit untuk ditutup sementara di provinsi-provinsi perbatasan Thailand.
Konflik perbatasan Kamboja-Thailand kembali memanas sejak Minggu (7/12/2025) sore waktu setempat. Kedua pihak saling menuduh pihak lain memulai serangan dan mengonfirmasi adanya korban.
Sumber: Xinhua
