Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bentrokan dengan Kamboja Paksa Lebih dari 400.000 Warga Thailand Mengungsi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga desa Kamboja mengungsi dari rumah mereka di dekat perbatasan Kamboja-Thailand menuju tempat perlindungan yang aman di Provinsi Siem Reap, Kamboja, pada 9 Desember 2025. (Foto: Xinhua/Agence Kampuchea Presse)

Nusantaraterkini.co, BANGKOK - Juru bicara (jubir) Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, pada Rabu (10/12/2025) mengatakan, bentrokan perbatasan yang sedang berlangsung dengan Kamboja memaksa lebih dari 400.000 warga Thailand di tujuh provinsi untuk mengungsi.

Komando Area Angkatan Darat ke-2 Thailand menyatakan melalui media sosial, mulai Rabu pukul 05.00 waktu setempat, terjadi baku tembak di beberapa area di sepanjang perbatasan di provinsi Buriram, Surin, Sisaket, dan Ubon Ratchathani, tanpa ada laporan korban sejauh ini.

Baca Juga : Tiga Warga Kamboja Terluka akibat Serangan Thailand, Ketegangan Memanas Lagi

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa sekitar pukul 08.40 waktu setempat, roket BM-21 yang ditembakkan dari sisi Kamboja mendarat di dekat sebuah rumah sakit di Provinsi Surin, memicu evakuasi pasien dan staf ke tempat penampungan.

Baca Juga : Sekjen PBB Antonio Guterres Sampaikan Belasungkawa Atas Korban Bencana Indonesia, Sri Lanka, Thailand dan Malaysia

Menurut media Thailand, bentrokan perbatasan terbaru antara Thailand dan Kamboja memaksa lebih dari 800 sekolah dan banyak rumah sakit untuk ditutup sementara di provinsi-provinsi perbatasan Thailand.

Konflik perbatasan Kamboja-Thailand kembali memanas sejak Minggu (7/12/2025) sore waktu setempat. Kedua pihak saling menuduh pihak lain memulai serangan dan mengonfirmasi adanya korban.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua