Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gencatan Senjata Kembali Diuji, Thailand Tuduh Kamboja Serang Wilayah Perbatasan

Thailand menuding Kamboja melanggar gencatan senjata dengan menembakkan mortir ke wilayah perbatasan, melukai satu prajurit Thailand.

Seorang personel militer Kamboja berdiri di atas peluncur roket ganda BM-21 Grad di Provinsi Oddar Meanchey, sekitar 40 km (24 mil) dari Kuil Ta Moan Thom yang disengketakan, Kamboja, 25 Juli 2025. Foto: REUTERS/Soveit Yarn
Seorang personel militer Kamboja berdiri di atas peluncur roket ganda BM-21 Grad di Provinsi Oddar Meanchey, sekitar 40 km (24 mil) dari Kuil Ta Moan Thom yang disengketakan, Kamboja, 25 Juli 2025. Foto: REUTERS/Soveit Yarn
A A

Nusantaraterkini.co, THAILAND – Situasi di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas. menuding pasukan Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan sekitar 10 hari.

Menurut pernyataan resmi Angkatan Darat Thailand yang dikutip AFP, insiden terjadi pada Selasa pagi (6/1/2026) di wilayah Provinsi . Pasukan Kamboja disebut menembakkan mortir ke arah wilayah Thailand.

“Pasukan Kamboja telah melanggar gencatan senjata,” demikian pernyataan , yang menyebut serangan tersebut dilakukan menggunakan beberapa proyektil mortir.

Akibat tembakan itu, seorang prajurit Thailand dilaporkan mengalami luka akibat serpihan peluru dan segera dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapat perawatan.

Ketegangan di perbatasan kedua negara Asia Tenggara tersebut bukan kali pertama terjadi. Konflik wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun kembali meningkat sepanjang tahun lalu dan beberapa kali berujung bentrokan bersenjata.

Puncak eskalasi terjadi pada Desember 2025, ketika pertempuran besar pecah dan menewaskan puluhan orang. Konflik itu juga memaksa sekitar satu juta warga di kedua sisi perbatasan mengungsi demi keselamatan.

Thailand dan Kamboja sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember 2025 untuk mengakhiri tiga pekan pertempuran intens. Namun, tudingan terbaru ini memunculkan kekhawatiran akan rapuhnya kesepakatan damai tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kamboja belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pelanggaran gencatan senjata tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru