Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Duka Perayaan Natal Tahun Ini, Rumah Warga Sudah Hilang

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Rizal Oloan Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah satu Jemaat Alponco Silalahi saat diwawancarai di depan Gereja Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan ( Foto : Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPANULI SELATAN -Tepat satu bulan tanggal 25 Desember pascabencana alam banjir bandang warga masih diselimuti trauma yang mendalam. 

Alponco Silalahi, warga Huta Godang, Kecamatan Batangtoru mengatakan Natal tadi malam sampai hari ini berjalan dengan sukses, karena gereja sudah dibersihkan oleh tim relawan dan pihak kepolisian. 

"Tadinya, gereja masih berlumpur dan meja-meja dan kursi berserakan karena. Berkat bantuan dari relawan dan pihak kepolisian kami bisa melaksanakan natal," jelas Alponco Silalahi, kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (25/12/2025). 

Baca Juga : Lapas Bagansiapiapi Serahkan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 52 Narapidana
Alponco Silalahi mengatakan duka nya tahun ini perayaan natal, rumah warga sudah pada hilang jadi tidak bisa berkumpul seperti biasa, dan tiap tahun nya anak-anak ada baju baru tahun ini tidak, dan ada khas makanan natal tahun ini tidak ada dikarenakan akibatnya banjir bandang. 

"Untuk rumah saya sudah hilang, jadi saya ngungsi tempat saudara. Kalau keluarga istri dan anak selamat. Saya berharap pemerintah memperbaiki pengairan dan melakukan pembersihan," lanjutnya.

Pastor Kristus Raja Huta Godang Paroki Pinang Sori Keuskupan Sibolga, Adytia OCarm, mengatakan, Natal tahun ini di tengah pascabencana banjir bandang sukanya bantuan terus berdatangan dan cepat. 

"Membangun fisik dan struktur itu mudah tapi membangun mental dan trauma pengalaman dengan proses tersendiri," ungkap Adytia OCarm. 

Baca Juga : 39 WBP Lapas Padangsidimpuan Menerima Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2025 

Adytia OCarm mengatakan dengan datangnya Natal tahun ini jemaat bisa kembali lagi mentalnya bangkit lagi dan kembali semangat. 

"Untuk rumah jemaat kita itu dari rumahnya parah, rusak ringan dan hilang ada sekitar 39 rumah," ungkap Adytia. 

(Ron/Nusantaraterkini.co)