Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bendera One Piece Viral Dikibarkan Jelang 17an, Pengamat: Pemerintah Jangan Tutup Mata dan Telinga

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Politik Fernando Emas. (Foto; Istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Biasanya tiap bulan Agustus, rumah-rumah di Indonesia mulai dihias bendera merah putih. Tapi tahun ini, ada pemandangan yang bikin geleng-geleng kepala dan bikin heboh netizen.Ada warga yang pasang bendera hitam bergambar tengkorak dan topi jerami berkibar di depan rumah, mobil, bahkan truk. 

Yap, itu Jolly Roger, bendera legendaris dari anime One Piece.Ini bukan sekadar gaya-gayaan penggemar anime. Di balik kain hitam itu, ternyata ada pesan yang jauh lebih dalam.

Buat yang belum familiar, Jolly Roger adalah bendera milik kru Topi Jerami, kelompok bajak laut pimpinan Monkey D. Luffy di anime One Piece. 

Dalam cerita, mereka bukan bajak laut jahat, tapi justru jadi andalan masyarakat lemah melawan pemerintah yang menindas. Narasi itulah yang diangkat beberapa warga yang memilih mengibarkan bendera One Piece. 

Dalam sejumlah unggahan viral di TikTok dan Instagram, pengibaran bendera ini disebut sebagai bentuk sindiran.

Baca Juga : Presiden Prabowo Ampuni Tom Lembong dan Hasto, Beri Abolisi-Amnesti

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Fernando Emas menganggap sesuatu yang wajar dan harus menjadi perhatian yang serius dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan apa yang menjadi kritik dari masyarakat. 

"Prabowo Subianto bersama pemerintahannya jangan menutup mata dan telinga untuk menyikapi sikap masyarakat yang tidak puas terhadap beberapa kebijakannya. Apalagi belakangan ada beberapa kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap merugikan masyarakat. Seperti penertiban kawasan hutan (PKH) yang tidak dipertimbangkan secara proporsional tanpa mempertimbangkan masyarakat kecil yang terdampak dari kebijakan tersebut," kata Fernando, Jumat (1/8/2025). 

Ia pun berpandangan, jangan ada upaya menggiring opini seolah pengibaran bendera One Piece merupakan provokasi dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan sepihak dan pihak tidak bertanggungjawab. 

Terlebih, Fernando melihat gerakan tersebut merupakan tindakan murni dari masyarakat. Seharusnya Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi yang mendapatkan kritik dari masyarakat.

"Jangan sampai kebijakan-kebijakan yang mendapatkan perlawanan dan kritik dari masyarakat menjadi jalan bagi Prabowo Subianto melakukan "bunuh diri" secara politik," tegasnya.

Provokasi Jatuhkan Pemerintah

Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR Firman Soebagyo menganggap aksi itu salah satu bentuk provokasi menjatuhkan pemerintahan.

"Ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan, tidak boleh," kata Firman.

Firman juga meminta agar masyarakat tidak terpengaruh. Dia meminta hal ini agar ditindak tegas. 

"Saya minta kepada masyarakat masyarakat tidak boleh terpengaruh," sebutnya.

Firman mempertanyakan motivasi kegiatan pengibaran bendera tersebut. Dia mendorong pembinaan terhadap orang-orang yang melakukan pengibaran tersebut.

"Minimal mereka yang melakukan, dilakukan ya, interogasi siapa yang menyuruh dan kemudian apa motivasinya, dan kemudian dilakukan pembinaan kepada mereka," ujarnya.

Lebih lanjut, Firman menyinggung Badan Legislasi (Baleg) DPR tengah merancang Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Firman yang juga anggota Baleg DPR itu menyebut undang-undang itu dirancang agar pengamalan terhadap ideologi Pancasila lebih mudah diterima.

"Oleh karena itu, inilah tugas daripada BPIP dan tugas kami juga di MPR. Kami sedang melakukan kajian-kajian juga penguatan terhadap pemahaman ideologi dan pengamalannya itu terus dilakukan penguatan dengan modifikasi-modifikasi dengan cara-cara yang lebih mudah diterima," ujar Firman.

Baca Juga : Tom Lembong-Hasto Kristiyanto dapat Abolisi dan Amnesti dari Prabowo, Pakar: Memang Kental Motif Politiknya

Sebelumnya, dalam sejumlah video yang beredar, banyak yang menyebut bahwa pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk sindiran sekaligus kritikan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

Sebab, selama ini kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran dianggap tidak berpihak kepada rakyat, terutama rakyat kecil."Di cerita One Piece, Pemerintah selalu menarik upeti dari rakyatnya, tapi sangat sedikit ngasih timbal balik," tulis akun Instagram @nafa***."Tahun Ini saya tidak memasang Bendera merah putih. buntut kekecewaan sama Pemerintah Konoha," sambung akun @nurudg.

(cw1/nusantaraterkini.co)