Bawa Investasi dari Luar Negeri, Kunjungan Prabowo Berdampak Positif Bagi Indonesia
komitmen investasi USD18,5 miliar atau setara Rp294,5 triliun dari hasil kunjungan ke luar negeri
Nusantaraterkini.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa komitmen investasi USD18,5 miliar atau setara Rp294,5 triliun dari hasil kunjungan ke luar negeri selama dua pekan terakhir.
Guru Besar Hubungan International dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menyebut lawatan Presiden Prabowo Subianto ke enam negara dengan membawa investasi berdampak positif. Menurut dia, setidaknya ada empat dampak positif dari hasil kunjungan Prabowo ke luar negeri selama lebih dari dua pekan.
“Menurut saya ada empat hal dampaknya. Pertama, Indonesia didudukkan sebagai negara oleh Presiden Prabowo karena kunjungan ke negara-negara besar China-AS dan Inggris serta berperan aktif dalam APEC dan G20,” kata Hikmahanto, Selasa (26/11/2024).
Hikmahanto menilai Prabowo juga berhasil menunjukkan keakrabannya dengan presiden-presiden negara lainnya. Hal ini dilihat dari gestur santai yang ditunjukkan Prabowo saat berbincang dengan mereka.
“Belum lagi bercengkrama secara relaks tanpa ada tedeng aling-aling dengan kepela pemerintahanan negara-negara besar maupun berkembang,” tuturnya.
Hikmahanto juga mengapresiasi Prabowo yang berhasil membawa komitmen investasi dari berbagai negara untuk Indonesia. Bahkan, Prabowo berhasil mendapat dukungan dari China dan Amerika Serikat (AS) untuk melaksanakan program makan bergizi gratisnya.
“Presiden Prabowo juga memebri kesempatan ke negara-negara besar yang sudah menerapkan makan bergizi untuk membantu Indonesia bahkan berpartisipasi,” jelas Hikmahanto.
Selain itu, dia mengatakan Prabowo berhasil menunjukkan kemampuan Indonesia di mata dunia dalam menghadapi masalah kelaparan.
“Presiden Prabowo tidak memiliki beban ketika menceritakan pengalaman Indonesia yang menghadapi masalah kelaparan dan perlunya membangun generasi baru,” kata Hikmahanto.
Disisi lain, peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) Muhammad Anwar mengatakan, komitmen investasi dibawa Prabowo dalam kunjungan ke luar negeri mencerminkan kombinasi dua faktor utama, yaitu kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan daya tarik insentif yang ditawarkan kepada investor
“Keduanya berjalan beriringan dan saling melengkapi dalam upaya pemerintah menarik investasi asing,” kata Anwar.
Anwar mengatakan, kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo sebagai mitra strategis muncul dari pandangan bahwa Indonesia, dengan populasi besar dan lokasinya yang strategis, adalah pemain penting di kawasan.
Dia juga menilai Prabowo membuka diri secara luas untuk bekerja sama dengan dunia internasional serta memberikan jaminan stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri.
“Pemerintahan Prabowo juga dianggap proaktif dalam membuka peluang kerja sama global, menciptakan citra stabil dan optimistis terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anwar menyebut bahwa peluang investasi yang melebihi target ini juga merupakan hasil dari target ambisius Presiden Prabowo, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.
Tentunya, daya tarik investasi dari luar negeri ini tidak lepas dari insentif yang akan diberikan kepada investor asing.
“Seperti negara-negara lain yang bersaing untuk menarik investasi, Indonesia juga menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari keringanan pajak, penyederhanaan birokrasi, hingga akses ke sektor-sektor strategis,” ucapnya.
Namun, Anwar mengingatkan bahwa insentif tersebut harus dikelola dengan hati-hati untuk menghindari potensi pengorbanan jangka panjang, seperti hilangnya pendapatan negara atau dampak lingkungan yang tidak diantisipasi.
“Tantangan terbesar dari komitmen investasi ini adalah memastikan bahwa semua janji tersebut terealisasi dan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian serta masyarakat,” katanya.
Ia mendorong pemerintah untuk memprioritaskan pengelolaan investasi di sektor-sektor yang memiliki dampak luas, seperti energi terbarukan, manufaktur, dan infrastruktur.
“Selain itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang ketat agar investasi tidak hanya menguntungkan pihak asing, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi tenaga kerja lokal, transfer teknologi, dan pengembangan industri nasional,” katanya.
Anwar juga menyoroti wibawa Presiden Prabowo dalam pergaulan internasional, yang dinilai dihormati oleh kepala negara dari negara-negara besar.
Hal ini, menurut Anwar, tidak lepas dari pengalaman panjang Prabowo, baik di bidang militer maupun politik, baik di dalam maupun luar negeri.
“Pengalaman panjangnya sebagai figur yang terlibat langsung dalam dinamika keamanan, strategi, dan hubungan internasional membuat dirinya dipandang sebagai pemimpin yang matang dan memiliki kredibilitas tinggi,” kata dia.
“Hal ini terlihat dari sambutan positif yang ia terima dalam forum-forum besar dunia dan kemampuannya menjalin hubungan strategis dengan pemimpin negara-negara besar,” imbuhnya.
Selama kunjungan luar negerinya, Presiden Prabowo juga dinilai berhasil mendelegasikan kepemimpinan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wapres Gibran dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk dalam menangani dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Konsolidasi kekuasaan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dan timnya, bahkan sebelum pemilu, telah menciptakan situasi yang relatif terkendali,” ujarnya.
Efek positifnya, kata Anwar, berupa stabilitas politik dan administrasi yang memungkinkan pemerintah untuk merespons krisis atau melaksanakan program tanpa banyak hambatan.
“Persiapan pilkada yang sudah mencapai 90 persen juga menunjukkan bahwa mesin birokrasi bekerja sesuai rencana,” tandasnya
Bukti Diplomasi Prabowo
Sedangkan, Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid menilai keberhasilan Prabowo yang membawa investasi membuktikan kemampuan diplomasi Presiden Prabowo dalam membangun kepercayaan global kepada Indonesia.
”Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo yang mampu meyakinkan mitranya para pemimpin dunia untuk menanamkan investasi di Indonesia. Kepercayaan global ini menjadi modal sangat berharga bagi upaya Presiden Prabowo untuk mewujudkan Asta Cita selama lima tahun kedepan,” ujar Gus Jazil sapaan akrabnya.
Gus Jazil mengatakan, respons pemimpin dunia kepada Prabowo Subianto sangat positif. Hal itu terbukti dengan sambutan hangat Presiden China Xi Jinping, Presiden AS Joe Biden hingga Raja Inggris Charles III kepada mantan Pangkostrad TNI tersebut.
“Presiden Prabowo juga mampu mencairkan suasana setiap pertemuan dengan koleganya seperti saat berkunjung ke Downing Street di mana beliau bisa dengan santai bercerita tentang kucing peliharaanya dengan Wakil PM Inggris Angela Reiner,” katanya.
Kemampuan diplomasi Prabowo, kata Gus Jazil sangat dibutuhkan untuk memastikan posisi tawar Indonesia di tengah ketidakpastian global saat ini. Menurutnya perang berkepanjangan antara Rusia-Ukraina, agresifitas Israel di Timur Tengah, hingga kekhawatiran mencuatnya perang dagang Amerika Serikat dan China seiring kembali terpilihnya Donald Trump harus diwaspadai oleh Indonesia.
“Maka prinsip Presiden Prabowo seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak yang disampaikan kepada para pemimpin dunia sangat tepat untuk menjaga kepentingan Indonesia terlepas dari apapun gejolak global yang tengah terjadi,” ujarnya.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR ini mengatakan Indonesia saat ini sangat membutuhkan banyak investasi dari luar negeri. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir sejumlah indikator ekonomi Indonesia menunjukkan indikasi negatif. “Kita saat ini mengalami deflasi, tren PHK naik, hingga peningkatan jumlah penduduk miskin. Masuknya investasi dari luar negeri akan menjadi darah segar bagi pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.
Wakil Ketua Umum DPP PKB ini mengungkapkan langkah Prabowo untuk bertemu dengan para pemimpin dunia di awal jabatan kepresidenannya sama seperti yang dilakukan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid. Saat itu Gus Dur mengadakan banyak muhibah ke luar negeri untuk memastikan dukungan global terhadap proses reformasi yang dilakukan Indonesia.
”Langkah Presiden Prabowo untuk menguatkan dukungan global terhadap Indonesia sama yang dilakukan Gus Dur. Saat itu dukungan global mampu menyelamatkan Indonesia dari ancaman disintegrasi dan menguatkan gerakan demokratisasi di tanah air. Saat ini kita butuh dukungan global untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan bisa mencapai 8% per tahun,” pungkasnya.
Bentuk Kepercayaan Internasional
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi mengungkapkan, komitmen investasi yang dibawa pulang Presiden Prabowo Subianto selepas lawatan ke luar negeri, merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap Indonesia.
"Ini kan komitmen ya, dalam bentuk investasi. Ada di sektor pertambangan, ada di sektor yang lain-lain juga, termasuk juga di sektor manufaktur dan hilirisasi. Kita merasa ini sebagai bentuk kepercayaan dari negara-negara luar terhadap Indonesia dan terhadap kepemimpinan Indonesia," kata Hasan.
Hasan menekankan, Presiden Prabowo telah meningkatkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia selama dua pekan kunjungan kerjanya tersebut. Apalagi, presiden tak hanya bertemu pemimpin negara-negara sahabat secara formal, melainkan juga informal yang menunjukkan kedekatan antarpemimpin negara.
Istana menilai para pemimpin dunia memiliki kesan yang semakin positif terhadap Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Selain itu, Istana juga meyakini bahwa diplomasi yang dilakukan presiden semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat.
"Kita melihat saja dari gestur dan bahasa tubuh mereka (pemimpin negara sahabat), betapa mereka sangat enjoy sekali, betapa mereka sangat dekat dan bicara jauh lebih rileks dengan Pak Prabowo."
Ia menyebut, sebagian di antara mereka memiliki hubungan personal mereka dengan Pak Prabowo dan sudah terjadi lama bahkan sebelum dari beliau menjadi presiden.
"Hari ini lebih kuat lagi karena sekarang mereka bertemu Pak Prabowo dalam kapasitas sebagai presiden Republik Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, komitmen investasi tambahan dari luar negeri di Indonesia berpotensi terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Ini kan baru yang didapatkan dalam 16 hari, tetapi dari hasil hubungan-hubungan bilateral, pertemuan-pertemuan kemarin saya rasa follow up-nya akan banyak. Jadi tidak hanya akan berhenti di angka ini menurut saya. Akan jauh lebih banyak lagi yang datang ke sini sebagai follow up dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh Pak Prabowo kemarin," tegasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan luar negeri sejak 8 November 2024. Prabowo secara maraton mengunjungi Cina, Amerika Serikat (AS), Peru untuk KTT APEC, Brasil untuk KTT G20, dan Inggris. Prabowo menutup kunjungan ke luar negeri dengan bertemu Presiden Persatuan Emirat Arab Mohammad bin Zayed di Abu Dhabi.
Dalam lawatannya selama dua pekan terakhir ke luar negeri, Presiden Prabowo berhasil membawa pulang komitmen investasi itu senilai US$ 18,57 miliar atau Rp 294,80 triliun. Potensi investasi serta kerja sama itu meliputi berbagai sektor, seperti bidang ketahanan pangan, gizi, kesehatan, teknologi, hingga energi dari semua kunjungan kenegaraan itu.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
EKONOMIHarga Emas Antam Naik Tipis ke Level Rp2.565.000 Per Gram, Cek Daftar Lengkapnya!
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
INTERNASIONALSerangan Rudal Houthi Hantam Istana Presiden Yaman, Lima Tewas
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
EKONOMIDasco, Rosan, hingga Kapolri Sambangi BEI Menyusul Anjloknya IHSG dan Pembekuan Perdagangan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANDampak Kabut Asap, Pemko Medan Terapkan PJJ Hingga 21 Oktober
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Buru Pelaku Pencurian Mobil Truk di Gudang Martubung
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOGubernur Terima Kunjungan Kapolda Sumsel yang Baru, Bahas Proyek Strategis hingga Keamanan Wilayah
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSDua Perempuan Sumut Sukses Buat MK Perintahkan DPR dan Presiden Rombak UU Peradilan Militer
hendra·1 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan