Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Cilacap

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Banjir di wilayah Cilacap. (Foto: istimewa)

Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Cilacap

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (5/2/2024) sore.

Baca Juga : BMKG : Sumsel Hujan Hingga Mei, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Peristiwa tersebut diawali hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih dua jam, hingga debit air Sungai Cilopadang meluap ke pemukiman warga sekitar pukul 16.00 WIB, sedangkan longsor terjadi di beberapa titik.

Baca Juga : DPR Ingatkan Tata Ruang dan Infrastruktur jadi Kunci Kurangi Banjir

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, wilayah terdampak berada pada sejumlah desa di dua kecamatan, yaitu Desa Cijati dan Rejodadi di Kecamatan Cimanggu, serta Desa Cikopadang dan Padang Jaya di Kecamatan Majenang.

Data yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Selasa (6/2/2024), pukul 08.20 WIB menyebutkan 157 KK di empat desa terdampak.

Baca Juga : Komisi XIII Minta Penjara Bebas Narkoba Pasca 1.882 Napi High Risk Dikirim ke Nusa Kambangan

"Sedangkan kerugian, sebanyak 157 rumah terendam dengan tinggi muka air antara 40-60 cm," katanya.

Baca Juga : Tiga Korban Longsor Cilacap Belum Ditemukan: Operasi SAR Diperpanjang, Total Korban Tewas Capai 20

Sementara itu berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, terjadi penurunan tinggi muka air di sebagian wilayah pada pagi ini, Selasa (6/2/2024). 

 

Selain itu, tanah longsor merenggut nyawa satu orang warga. Terdapat satu orang warga yang dikabarkan berada di dalam rumah dan tertimbun material longsor.

Baca Juga : Longsor di Watukumpul Pemalang Timpa Rumah, Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia

"Para petugas masih melakukan upaya pencarian korban. Tak hanya berdampak pada rumah warga, beberapa akses jalan pun tidak dapat dilintasi akibat tertutup longsor," jelasnya.

Baca Juga : DPR Dukung Gunung Slamet Jadi Taman Nasional, Alih Fungsi Hutan Dinilai Picu Banjir dan Longsor

Muhari menyebutkan, BPBD Kabupaten Cilacap bersama tim gabungan telah menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan penanganan darurat. Upaya tersebut sempat terhalang dengan adanya pohon tumbang dan material longsor yang menutup akses jalan. 

"Di samping pencarian korban, petugas gabungan juga memprioritaskan pada pembukaan jalur yang masih tertutup longsoran," pungkasnya.

(zie/nusantaraterkini.com)