Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Asap Karhutla Masih Kepung Palembang, Kualitas Udara Bertahan Tidak Sehat Meski Diguyur Hujan

Kualitas udara Palembang masih tidak sehat akibat asap gambut, meski hujan telah mengguyur wilayah Sumsel

Kualitas udara di Kota Palembang terpantau masih bertahan pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang menembus batas atas kategori sedang, Kamis (29/10/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kualitas udara di Kota Palembang terpantau masih bertahan pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang menembus batas atas kategori sedang, Kamis (29/10/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kualitas udara di Kota Palembang terpantau masih bertahan pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang menembus batas atas kategori sedang, Kamis (29/10/2026).

Kondisi tercemarnya paparan udara tersebut dipicu oleh pekatnya sebaran yang terus terbawa angin dan mengarah langsung ke wilayah Palembang.

“Pukul 16.00-17.00 WIB kategori udara masih berada pada kategori tidak sehat. Masih di angka 61,6 µg/m³ dan 55,9 µg/m³ pada sore ini,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis.

Wandayantolis menyebut, angka indikator PM2.5 tersebut masih berada di atas ambang batas atas kategori sedang yang ditetapkan sebesar 55,4 µg/m³.

Menurutnya, guyuran hujan yang mengguyur wilayah Sumsel pada siang hingga sore hari belum mampu memadamkan seluruh titik kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh.

“Informasi tim Manggala Agni dari OKI, belum semua (wilayah karhutla) kena hujan. Jadi, masih ada lahan yang terbakar,” terangnya.

Ia mengatakan curah hujan yang menyiram lokasi kebakaran bahkan memicu timbulnya kepulan asap tebal yang keluar dari balik lapisan tanah.

Kondisi tersebut terutama terjadi pada lahan berjenis gambut yang menyimpan potensi api di bagian bawah permukaan.

“Yang sudah kena hujan pun masih ada asap mengepul dari dalam lapisan gambutnya,” katanya.

Fenomena inilah yang menyebabkan paparan partikel padat di udara belum mengalami perbaikan secara signifikan hingga sore hari.

“Jadi, kualitas udara yang belum membaik yang terpantau dari stasiun ini karena masih mengarah ke Palembang. Kalau berdasarkan PM2.5 seperti itu,” lanjutnya.

Guna menekan potensi karhutla dan mempercepat pembentukan hujan, pelaksanaan operasi (OMC) terus diintensifkan di sejumlah wilayah potensial.

Tim di lapangan terus melakukan penyemaian garam (NaCl) pada area yang mendeteksi adanya keberadaan awan hujan.

“Wilayah yang dilakukan OMC hari ini di Banyuasin, Palembang dan OKI,” tutupnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait