Angka Kemiskinan di Sumut Turun Jadi 7,10 Persen, Berkurang 17.700 Jiwa
Angka kemiskinan Sumut Maret 2026 turun menjadi 7,10 persen. Jumlah penduduk miskin berkurang 17.700 jiwa menurut BPS Sumut.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menunjukkan tren penurunan positif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), persentase penduduk miskin di Sumut pada Maret 2026 tercatat sebesar 7,10 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,14 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi September 2025 yang berada pada level 7,24 persen.
"Secara kuantitas, jumlah warga miskin di Sumatera Utara pada Maret 2026 berhasil ditekan hingga mencapai 1,11 juta jiwa. Jumlah ini berkurang sebanyak 17.700 jiwa dalam kurun waktu enam bulan sejak September 2025. Apabila ditarik perbandingan secara tahunan dari periode Maret 2025, penurunan jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara bahkan mencapai 30 ribu jiwa atau susut sebesar 0,26 persen poin," ujar Kepala BPS Sumut Asim Saputra, seperti dikutip dari Berita Resmi Statistik (BRS), Jumat (7/8/2026).
Asim menyebutkan, tingkat penurunan kemiskinan tersebut tercatat berlangsung secara merata di dua wilayah utama. Di kawasan perkotaan, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 melandai menjadi 7,05 persen atau menyisa 644,92 ribu jiwa, setelah berkurang 0,11 persen poin dari posisi September 2025. Sementara di wilayah perdesaan, persentase warga miskin susut sebesar 0,18 persen poin menjadi 7,17 persen atau sebanyak 465,45 ribu jiwa.
BPS Sumut menetapkan garis kemiskinan (GK) pada Maret 2026 sebesar Rp743.301 per kapita per bulan. Komposisi garis kemiskinan ini masih didominasi oleh Garis Kemiskinan Makanan (GKM) sebesar Rp572.477 atau menyumbang porsi 77,02 persen, sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) tercatat sebesar Rp170.824 (22,98 persen).
"Dalam skala rumah tangga, rata-rata Garis Kemiskinan per Rumah Tangga Miskin di Sumut berada di angka Rp3.939.495 per bulan dengan asumsi rata-rata memiliki 5,30 anggota keluarga," lanjut Asim.
Dikatakannya, komoditas beras masih memegang peranan paling vital sebagai penyumbang terbesar garis kemiskinan, yakni menyumbang 22,28 persen di perkotaan dan 29,44 persen di perdesaan. Selain beras, komoditas makanan lain yang memberi kontribusi signifikan meliputi rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, serta ikan tongkol/tuna/cakalang. Adapun pada kelompok nonmakanan, biaya perumahan, bensin, dan tarif listrik menjadi pemicu utama.
Kendati proporsi warga miskin secara keseluruhan menyusut, BPS memberikan catatan khusus terkait dinamika indeks kesenjangan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P_1) merambat naik dari 0,899 pada September 2025 menjadi 1,027 pada Maret 2026, yang mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung sedikit menjauh dari garis kemiskinan.
"Begitu pula dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P_2) yang naik dari 0,186 menjadi 0,236 pada periode yang sama, mengisyaratkan tingginya ketimpangan pengeluaran di antara sesama warga miskin," sebut Asim.
Keberhasilan penekanan angka kemiskinan periode September 2025–Maret 2026 ini ditopang oleh perbaikan sejumlah indikator makroekonomi dan sosial di Sumatera Utara.
"Faktor pendorong utama mencakup pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 yang tumbuh solid 4,98 persen (y-o-y), kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 sebesar 5,60 persen, menjadi 6,84 persen. Selain itu melandainya laju inflasi Februari 2026 ke level 4,71 persen (y-o-y), efektivitas penyaluran Bansos PKH Triwulan I-2026 yang menyasar 488,96 ribu KPM dengan daya serap 96 persen, serta realisasi bantuan pascabencana di 19 kabupaten/kota turut mempercepat pemulihan kesejahteraan masyarakat Sumut," jelas Asim.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan