Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Gonjang-ganjing PPN 12% Hantui Pergerakan Kurs Rupiah Pekan Depan

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah sepanjang pekan ini. Dalam sepekan, rupiah spot turun 1,31% ke Rp 16.222 per dolar Amerika Serikat (AS). (sumber foto: antara)

Nusantaraterkini.co. Jakarta - Pergerakan kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah sepanjang pekan ini. Dalam sepekan, rupiah spot turun 1,31% ke Rp 16.222 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Sedangkan kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) turun 1,77% ke Rp 16.270 per dolar AS.

BACA: Kurs Rupiah Spot Turun 1,31% ke Level Rp16.222 Per Dolar AS Dalam Sepekan N

Baca Juga : Kurs Rupiah Diramalkan Masih dalam Tekanan Dari Dolar AS Didukung Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Menanggapi hal tersebut, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab pelemahan rupiah. 

Pertama, meski the Fed baru saja menurunkan suku bunga 25bps, tetapi prospek pemangkasan suku bunga di 2025-2026 turun.

BACA: Kurs Rupiah Terus Melemah Dibuka di Level Rp16.023 Per Dolar AS di Perdagangan Senin (16/12/2924) Pagi Ini

Baca Juga : Analis Pasar: Kurs Rupiah Diprediksi akan Bergerak Konsolidasi Setelah Menguat pada Selasa (24/12/2024) Lalu

Kedua, kondisi geopolitik di Eropa lantaran adanya keterlibatan pihak ketiga, yakni Eropa dan Amerika. Apalagi pasca tewasnya jenderal bintang satu Rusia di Rusia sehingga memunculkan wacana perang ketiga.

"Selanjutnya, kondisi ekonomi global, seperti di China yang masih melambat yang tergambar dari data penjualan rumah yang turun," terangnya.

BACA: Kurs Rupiah Melemah 1,16% ke Level Rp16.287 Per Dolar AS Imbas Keputusan The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan 25 bps

Baca Juga : BI Catat Arus Modal Asing Masuk Rp3,98 Triliun pada Pekan Akhir Desember 2025

Dari internal, adanya gonjang-ganjing PPN 12%. Menurut Ibrahim, walaupun pemerintah memberikan insentif, tetapi masih terlalu mini.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana menambahkan bahwa pelemahan rupiah pekan ini juga akibat capital flight yang terjadi. 

BACA: Hore! Kurs Rupiah Berhasil Rebound Dibuka di Level Rp16.088 Per Dolar AS di Perdagangan Rabu (18/12/2024) Pagi Ini

Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760

"Capital flight cukup besar karena risiko ketidakpastian," sebutnya.

Untuk pekan depan, rupiah diperkirakan masih akan tertekan. Fikri menyebut, pekan depan sudah memasuki pekan terakhir sehingga pasar akan berhati-hati, setidaknya sampai Trump menjabat. 

Ditambah, ada pernyataan bahwa Trump akan memulangkan imigran gelap dari Meksiko yang semakin meningkatkan volatilitas.

Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770

Fikri memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.000 - Rp 16.300 per dolar AS selama pekan depan. Sementara pada Senin (23/12) rupiah diperkirakan di kisaran Rp 16.200 - Rp 16.350.

Sementara Ibrahim memproyeksikan rupiah di Rp 16.350 - Rp 16.450 per dolar AS pada pekan depan. Sementara di awal pekan rupiah di kisaran Rp 16.210 - Rp 16.270 per dolar AS.(kontan)