Anak Diduga Dibully karena Tak Punya Bapak, Ibu Penjual Risol Adukan Sekolah ke Dinas Pendidikan
Lapor ke Sekolah Malah Disuruh Cari Sekolah Lain
Anak kelas III di Medan disebut diejek tak punya bapak hingga pindah sekolah. Sang ibu melapor dan meminta dugaan bullying tersebut diusut.
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Novi Andriani sakit hati, putranya yang duduk di kelas III sebuah madrasah di kawasan Panglima Denai harus pindah sekolah setelah mengaku diejek teman-temannya karena tidak punya bapak.
Ibu 48 tahun yang sehari-hari berjualan risol itu akhirnya melaporkan sekolah ke Dinas Pendidikan Medan. Ia juga berencana akan melaporkan masalah ini ke Kementerian Agama (Kemenag).
“Pertama saya gak terima anak saya mengaku dibully gak punya bapak. Saya datangi sekolah, malah disuruh cari sekolah lain,” katanya, Kamis (3/9/2026).
Novi menceritakan, persoalan bermula pada pertengahan Juni lalu. Putranya berinisial MAP pulang sekolah mengaku sakit di bagian perut dan selangkangan setelah berkelahi dengan teman gara-gara stipo.
Novi kemudian menghubungi wali kelas dan mendatangi anak yang terlibat. Ia meminta agar kejadian itu tidak terulang. Selang beberapa hari kemudian, MAP kembali bertengkar dengan teman sekelasnya. Kali ini Novi naik pitam kondisi keluarganya menjadi bahan olok-olok di sekolah.
“Dia disoraki gak punya bapak. Saya heran kenapa anak-anak bisa tahu. Kok bisa anak-anak segitu kok bisa tahu,” katanya.
Novi makin heran karena menurut pengakuan anaknya, ejekan soal tidak punya bapak sudah pernah diterimanya sejak kelas II.
“Saya memang pernah cerita ke mantan guru sekolah itu. Tapi gak pernah saya ceritakan ke orang lain atau wali murid lain. Saya pingin tahu anak-anak kok bisa tahu bahasa gitu, yang saya tahu itu kan bahasa orang tua,” ujarnya.
Rasa penasaran itu membuat Novi meminta wali kelas mempertemukannya dengan kepala sekolah. Ia ingin tahu dari mana anak-anak mengetahui persoalan keluarganya. Ia ingin masalah tersebut segera diselesaikan karena khawatir ejekan itu berdampak pada mental anaknya. Saat datang ke sekolah, Novi akhirnya bertemu dengan wakil kepala sekolah.
Beberapa hari kemudian, lagi-lagi MAP terlibat perkelahian dengan teman sekelas. Posisi inilah Novi naik pitam. “Wakil kepala sekolah bilang ke anak saya, kalau gak bisa diatur keluar aja dari sekolahnya. Udah mamaknya semalam ke sekolah nangis, itu kan pribadi saya kok malah diumumkan di depan anak-anak,” ungkapnya.
Ucapan tersebut menurut Novi menjadi penyebab anaknya tidak mau lagi bersekolah. Ia yang keberatan membuat laporan kemana-mana. Mulai Dinas Pendikan, Komnas Anak, termasuk Polrestabes Medan.
Persoalan itu kemudian dimediasi dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan kepala lingkungan. Namun, menurut Novi, mediasi tersebut tidak menemukan jalan keluar. Dari situ, ia memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain.
“Ibaratnya kalau sudah diusir, berarti kan harus pergi. Cuma yang sangat buat keberatan, anak saya masuk sekolah itu bayar, lalu disuruh pindah. Bagi mereka enteng, bagi saya berat. Sehari saya gak jualan risol, anak bisa gak makan,” bebernya.
Kekecewaan tersebut akhirnya mendorong Novi melapor ke Kemenag Kota Medan. Ia berharap persoalan itu ditelusuri, termasuk mencari tahu dari mana siswa mengetahui kondisi ayah anaknya hingga menjadikannya bahan ejekan.
Semua tudingan tersebut dibantah oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah M Yazid Nasution mengatakan persoalan tersebut dipicu saling ejek antarsiswa. Menurutnya, AMP sempat mengejek nama orang tua dua teman sekelasnya.
“Tiga orang mengejek gak ada bapaknya,” katanya.
Yazid mengatakan pihak sekolah sudah memberikan nasihat kepada anak-anak yang terlibat. AMP juga diajak bicara empat mata untuk menguatkan bahwa tidak ada anak yang lahir kalau tidak ada bapak. Namun beberapa hari kemudian, pihak ia mendapat aduan AMP mengganggu teman-teman sekelasnya.
"Saya hanya bilang, abang masih mau sekolah di sini? Abang mau berubah? Dan dia jawab mau. Dengar ya bang, kalau abang memang tidak mau berubah, tidak mendengarkan nasihat, abang nggak usah lagi sekolah di sini. Dan dia janji masih mau sekolah di sini,” ucapnya.
Yazid mengaku tidak menyangka perkataan tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk mengeluarkan anak.
Sementara itu, Kepala Sekolah Surya Indrawati mengatakan, pristiwa tersebut sebenarnya sudah selesai secara mediasi melibatkan polisi, TNI maupun kelurahan. Dalam mediasi itu, Novi mendapat kompensasi untuk biaya pindah sekolah.
Diakui, permintaan tersebut ditolak. Sebab menurutnya bukan mengeluarkan tapi pindah sekolah. Ia beranggapan jika memberikan sama artinya membenarkan tudingan tersebut.
Menurut Surya, dalam mediasi tersebut akhirnya disepakati biaya kepindahan ditanggung bersama dengan porsi 50:50. Namun, Novi masih keberatan dengan keputusan tersebut.
"Gini ya, saya juga pernah mindahkan anak sekolah, tapi gak pernah jelekkan. Yaudah kita rasa kayaknya levelnya anak kita gak cocok, yaudah kita pindahkan sendiri. Itu semua biaya sendiri loh, belum ada kejadian sekolah baru biaya ditanggung sekolah lama baru kali ini pindah sekolah minta biaya,” tandasnya.
(Ton/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·31 menit yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·11 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan