Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Amien Rais Minta Jangan Ada Lagi Cawe-cawe, Nusron: Urus Saja Partai Ummat

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Nusron Wahid. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Eks Ketua MPR Amien Rais meminta jangan ada lagi yang cawe-cawe. Ia berharap Presiden terpilih, Prabowo Subianto, bisa mengambil alih pemerintahan dengan dukungan masyarakat.

Partai Golkar menegaskan, tidak ada cawe-cawe dalam transisi pemerintahan Presiden Joko Widodo ke Prabowo. Dia pun meminta tokoh reformasi itu untuk tidak mengadu domba.

Baca Juga : PDIP Tegaskan Tak akan Cawe-cawe soal Penyusunan Kabinet Prabowo

"Tidak ada adu domba dan tidak ada istilah cawe-cawe dan mengambil alih pekerjaan orang atau lembaga lain. Masing-masing sudah on the track. Stop adu domba," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga : Pakar Hukum Sebut Cawe-Cawe Jokowi 'Kentut Inkonstitusional', Apa Maksudnya?

Amien Rais menurut Nusron tidak akan bisa memprovokasi pihaknya dengan pernyataan itu. Sebab menurutnya, semua pihak sudah kompak menatap masa depan bersama pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan melanjutkan program-progam Jokowi.

Anggota DPR itu justru menyarankan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat tersebut untuk mengurus partainya agar bisa lolos ke Parlemen pada pemilu mendatang.

Baca Juga : Panitia Laporkan Kericuhan di Luar Arena Musda Golkar Sumut ke Poldasu

"Sudah panjenengan fokus dan konsentrasi di Partai Ummat. Semoga pada Pemilu tahun 2029 mendatang kita bisa ketemu untuk kompetisi bersama, syukur-syukur bisa lolos ke Senayan," sindirnya.

Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan

Sebelumnya, Amien Rais mengingatkan kepada seseorang agar tak ada lagi cawe-cawe. Namun, ia tak menyebutkan identitas orang yang dimaksud.

"Saya pikir sudah waktunya goodbye sir please go back to your asal-usul, kemudian enggak usah cawe-cawe lagi," kata Amien Rais.

Baca Juga : Firman Soebagyo Usul Anggaran Dialihkan Beli Lahan Produktif untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional

Menurut mantan Ketua Umum PAN itu, Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih harus bisa mengambil alih pemerintahan ke depan setelah mendapatkan dukungan dari masyarakat pada Pilpres 2024 lalu.

Baca Juga : Komisi II Minta Kepala Daerah Tegas Tegakkan Aturan Imbas 554.000 Hektare Sawah Jadi Permukiman dan Industri

"Biarlah Pak Prabowo ambil alih dengan dukungan mayoritas parpol dan masyarakat Indonesia, mudah-mudahan ada harapan," katanya.

(cw1/nusantaraterkini.co)