Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Para ilmuwan telah menemukan spesies anaconda raksasa yang sebelumnya tidak terdokumentasikan di Amazon yaitu anaconda hijau utara (Eunectes akayima).
Sebelum penemuan ini, ahli menganggap hanya ada satu spesies anaconda hijau.
Namun ternyata, studi baru menunjukkan anaconda hijau secara genetik adalah dua spesies berbeda, dan salah satunya merupakan spesies yang baru saja terindentifikasi.
Baca Juga : Tim Ilmuwan Berhasil Identifikasi 2 Spesies Baru dari Laut Dalam Australia Barat
Menurut mereka, spesies baru anaconda ini dapat tumbuh hingga 7,5m dan berat hampir 500kg, menjadikannya ular terbesar dan terberat yang pernah diketahui di dunia.
Anconda ini ditemukan di sungai dan lahan basah di Amerika Selatan. Ular ini terkenal karena kecepatannya yang sangat tinggi dan kemampuannya untuk meremukkan mangsa dengan cara membelit mereka hingga sesak napas lalu menelannya utuh.
Penemuan anaconda
Baca Juga : Mengenal Spesies Baru Kadal Buta Asal Pulau Buton
Mengutip Independent, Rabu (21/2/2024) dalam studinya tersebut peneliti bekerja sama dengan masyarakat adat Waorani. Mereka menangkap dan mempelajari beberapa spesimen anacoda di wilayah Bameno di Amazon Ekuador.
Peneliti kemudian mendokumentasikan beberapa anaconda yang termasuk dalam spesies baru bersembunyi di perairan dangkal, menunggu mangsa.
"Ukuran mahluk ini luar biasa. Seekor anaconda betina yang kami temui memiliki panjang 6,3 meter," kata Bryan Fry, rekan penulis studi dari Universitas Queensland dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga : Heboh, Pria di India Gigit Balik Ular Sampai Mati usai Dipatok
Spesies baru yang dijelaskan dalam jurnal Diversity tersebut menyimpang dari anaconda hijau selatan yang diketahui sebelumnya sekitar 10 juta tahun yang lalu dan secara genetik berbeda 5,5 persen.
Sebagai gambaran, manusia hanya berbeda sekitar 2,2 persen dari simpanse. Temuan ini, menurut para peneliti, sangat penting untuk konservasi anaconda, yang merupakan predator puncak dan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem mereka.
Populasi anaconda yang sehat berarti mereka hidup di ekosistem dengan sumber makanan dan air bersih yang melimpah. Sementara penurunan jumlah ular mungkin mengidentifikasikan adanya kerusakan lingkungan.
Baca Juga : Asam Kumbang Jadi Pilihan Terbaik Menghabiskan Waktu Akhir Pekan
“Jadi mengetahui spesies anaconda yang ada dan memantau jumlahnya sangatlah penting,” tulis para peneliti.
Anaconda dan habitatnya semakin terancam akibat fragmantasi lahan yang disebabkan oleh industrialisasi pertanian, kebakaran hutan, kekeringan, perubahan iklim serta polusi logam berat yang terkait dengan tumpahan dari aktivitas ekstraksi minyak.
“Yang paling mendesak adalah penelitian tentang bagaimana petrokimia dari tumpahan minyak mempengaruhi kesuburan dan biologi reproduksi ular langka ini,” tambah Fry. (rsy/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Kongres PWI 2025 Sukses, Panitia Sampaikan Apresiasi atas Dukungan Berbagai Pihak
