Tim Ilmuwan Berhasil Identifikasi 2 Spesies Baru dari Laut Dalam Australia Barat
Dua spesies laut dalam (deep-sea) baru, yakni hiu lentera (lanternshark) dan kepiting porselen (porcelain crab)
Nusantaraterkini.co, CANBERRA - Tim ilmuwan berhasil mengindentifikasi dua spesies laut dalam (deep-sea) baru, yakni hiu lentera (lanternshark) dan kepiting porselen (porcelain crab), yang ditemukan di lepas pantai Negara Bagian Australia Barat di Australia.
Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization/CSIRO), badan sains nasional Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (6/10/2025), bahwa kedua spesies tersebut diidentifikasi menggunakan spesimen yang dikumpulkan selama pelayaran yang dipimpin CSIRO pada 2022 menggunakan kapal penelitian Investigator.
Hiu Lentera Australia Barat (Etmopterus westraliensis) ditemukan di kedalaman 610 meter di area Taman Laut Gascoyne di lepas pantai Australia Barat, tutur Will White, seorang pakar iktiologi dari Koleksi Ikan Nasional Australia (Australian National Fish Collection) CSIRO.
Baca Juga : Australia Buka Fasilitas untuk Lindungi 13 Juta Spesimen Keanekaragaman Hayati
Hiu bioluminesensi berukuran kecil ini memiliki mata yang besar untuk penglihatan laut dalam dan bersinar karena memiliki organ pemancar cahaya yang dikenal sebagai fotofor pada bagian perut dan sisi tubuhnya, yang menginspirasi namanya, tutur White.
Penemuan kedua adalah kepiting porselen baru (Porcellanella brevidentata). Kepiting kecil berwarna putih-kuning opalesen ini hidup bersimbiosis dengan karang lunak yang disebut sea pen di sepanjang Pesisir Ningaloo, Australia Barat, di kedalaman hingga 122 meter, kata Andrew Hosie, kurator zoologi akuatik dari Museum Australia Barat.
Baca Juga : Siti, Gajah Tertua di Medan Zoo Rayakan Hari Gajah Sedunia
"Kepiting porselen dikenal sebagai penyaring makanan, memakan plankton menggunakan bagian mulut yang dimodifikasi dengan bulu panjang untuk menyapu air guna mencari makanan kecil seperti plankton, alih-alih metode kepiting pada umumnya yang menangkap dan menjepit makanan dengan capitnya," kata Hosie.
Hampir 20 spesies baru kini telah diidentifikasi dengan bantuan spesimen yang dikumpulkan dalam pelayaran pada 2022, dan para ilmuwan memperkirakan bahwa masih ada sekitar 600 spesies baru yang masih menunggu untuk diidentifikasi dari pelayaran tersebut, menurut pernyataan itu.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSMayat Pria Ditemukan Membusuk di Bangunan Kosong Tebingtinggi, Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
hendra·1 jam yang lalu -
-
EKONOMIHutama Karya Genjot JTTS Tembus 1.160 Kilometer, BAKN DPR RI Sorot Dampak Ekonomi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis ke $84 Ribu, LayerZero Meroket 14 Persen
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat Musi 2026: 20 Personel Brimob Gencarkan Patroli Keamanan di Palembang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa Bumi Magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya, Guncangan Kuat Dirasakan Selama 1 Menit
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa M5.9 Guncang Aceh Jaya, Getaran Kuat Dirasakan Warga hingga Meulaboh
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLAHead to Head FIFA ASEAN Cup 2026: Rekor Pertemuan dan Duel Sengit Indonesia vs Thailand
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Global Melonjak ke Level Tertinggi dalam Empat Tahun Akibat Gangguan Logistik dan Cuaca
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan