Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Kasus tewasnya wanita lansia bernama Nurhaidah alias Nek Andong (78) di rumahnya Komplek PT IRA, Jalan Pelita, Medan Krio, Sunggal, Deliserdang, tampaknya semakin mengarah ke dugaan pembunuhan.
Pasalnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian lehernya tapi juga di bagian kemaluan korban juga mengalami luka sayatan pisau.
Baca Juga : 10 Lansia Tewas dalam Peristiwa Kebakaran Panti Jompo Treinta
Kepala Dusun 13 Desa Medan Krio, Supriadi atau karib disapa Rian menerangkan bahwa di tubuh Nek Andong sedikitnya ditemukan 10 luka tusukan.
Baca Juga : 2 Warga Komplek Abdul Hamid Ditemukan Tewas Usai Diduga Menolak Dievakuasi saat Banjir
"Informasi awal bunuh diri. Oleh kita datang dan melihat kondisinya berbaring dengan pisau di tangan, leher putus, bersimbah darah," katanya, Selasa (3/9/2024).
"Kemudian kita melapor ke polisi dan kepala desa. Belakangan setelah polisi datang. (Untuk luka) Di sekitar kemaluan ada 9 tusukan. Di leher 1 tusukan," sambungnya.
Baca Juga : Toyota Avanza Ringsek Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Rian tak menampik bahwa tewasnya Nek Andong diduga tewas karena dibunuh. Meski demikian, hingga kini belum ada pengakuan dari suaminya Razali AM alias Atok, yang masih diperiksa polisi.
Baca Juga : Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Penikaman Penjaga Toko di Balikpapan
"Dugaan karena ada tusukan di kemaluan, mungkin pembunuhan, ungkapnya.
Terkait keributan di rumah tangga Nek Andong dan Atok, Supriadi pun membenarkan. Hal itu didapat dari laporan warga sekitar rumah Nek Andong.
Baca Juga : Dihantui Rasa Bersalah, Pembunuh Wanita di Kebun Nanas Muara Enim Serahkan Diri ke Polisi
"Kalau cekcok laporan ke saya nggak ada. Cuma kalau warga bilang sering ribut," tuturnya.
Sementara, Kapolsek Sunggal Kompol Gunanti Hutabarat menjelaskan masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terkait kejadian ini.
"Masih dalam proses pemeriksaan," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita 78 tahun bernama Nurhaidah alias Nek Andong ditemukan tewas dengan leher nyaris putus digorok di Komplek PT IRA, Jalan Pelita, Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Senin (2/9/2024) malam.
Korban ditemukan terkapar bersimbah darah di ruang tengah dengan kondisi tak bernyawa. Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini lalu memberitahukan kepada pihak berwajib.
Lidia salah seorang warga mengatakan kalau korban pertama kali tewas saat suaminya Razali (83) memanggilnya dan mengatakan kalau korban telah tewas bunuh diri.
"Begitu saya lihat, saya menangis nenek itu udah berlumuran darah, lehernya luka," katanya.
Polisi yang mendapatkan laporan ini kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi.
"Lukanya di leher dan dekat alat vitalnya, saat ditemukan, atok itu bilang istrinya bunuh diri, tapi kami gak percaya," ungkapnya.
Lidia mengatakan korban dan suaminya sering bertengkar karena Razali sering cemburu dengan korban.
(Cw5/Nusantaraterkini.co)
