Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wacana Parpol KIM Plus di Sejumlah Pilkada, Pengamat: Itu Bagian Strategi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ujang Komaruddin (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) menyebut bahwa bakal ada KIM Plus di sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Poros ini dinilai akan mendapat tambahan partai politik (parpol) pendukung.

Merespon hal tersebut, Pengamat Politik Ujang Komaruddin menilai apa disampaikan oleh parpol di KIM adalah bagian strategi untuk memberikan lawan bagi kompetitornya.

Baca Juga : Prabowo Kumpulkan Calon Anggota Kabinet, Bahas Isu Geopolitik hingga Ekonomi

"Itu bagian dari strategi juga, strategi untuk tidak diketahui sejak awal siapa kandidatnya, siapa figurnya,” katanya, Jumat (2/8/2024).

Baca Juga : Pengamat: PDIP Dapat Jatah Ketua DPR karena Ada Kesepakatan dengan KIM

Dia menyampaikan langkah KIM belum mengumumkan sosok yang akan diusung dinilai sebagai upaya mengintip kekuatan lawan. Sehingga, bisa mempersiapkan langkah yang tepat.

"Tentu ingin mengetahui peta kekuatan lawan, ingin mengintip ya, lalu juga pasang kuda-kuda," ungkapnya.

Baca Juga : Sutrisno Minta Bongkar Koalisi PDIP di Pilkada se Sumut, Ini Alasan Kuatnya

Dia juga menyatakan, KIM juga ingin mencari figur yang ideal dan kuat secara elektoral. Misalnya, untuk menghadapi bakal cagub Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.

Baca Juga : Gerindra: KIM Plus Tak Ada Kaitannya dengan Calon Independen di Pilkada Jakarta

"Sedang mencari figur-figur yang kuat, figur-figur yang pas, figur-figur yang cocok, figur-figur yang bisa melawan, katakanlah dari kandidat lawan politiknya, contoh di Jakarta mencari sosok ideal yang bisa menantang maupun melawan Anies," ucapnya.

Ujang menduga KIM akan memutuskan sosok yang diusung di tiga provinsi di Jawa itu pada detik terakhir. Penutupan pendaftaran pasangan calon kepala daerah yaitu 27 Agustus 2024.

Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

"Mereka bermain di the last minute ya, di ujung menjelang pendaftaran di KPU (Komisi Pemilihan Umum)," ujarnya.

Baca Juga : Shohibul Anshor Siregar: Pilkada Langsung tak Langsung Hanya Prosedural Mempertahankan Oligarki

Sementara itu, Waketum PAN Viva Yoga menyambut baik adanya wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam Pilkada 2024. KIM Plus diyakini bisa meraih kemenangan elektoral di beberapa pilkada.

"Senang sekali apabila di daerah khusus Jakarta dan Jawa Tengah ada tambahan koalisi dari KIM. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kemenangan elektoral di pilkada," kata Viva.

Viva menilai partai dengan basis pemilih yang berbeda akan memperbesar kemenangan salah satu calon di Jakarta. Dia berharap partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Perubahan bisa bersanding dengan KIM ke depan.

"Yang kedua, bisa menambah nilai elektoral sehingga potensi menang itu bisa terbuka lebar. Untuk partai mana, kami harapkan beberapa partai yang menjalin komunikasi seperti NasDem, PKB, PKS gitu loh, jadi kita lihat dinamika perkembangan politik di lapangan," katanya.

Kendati demikian, Viva belum mau memerinci calon di Pilkada Jakarta yang akan diusung partainya. Dia menyebut hingga saat ini belum ada kandidat yang resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dukungan dari partai politik.

"Untuk calon dari KIM nanti akan diumumkan ditunggu saja ya. Dan memang semuanya belum ada yang secara resmi memiliki SK B1.KWK," ucapnya.

Viva menyebut meski sudah ada deklarasi untuk salah satu calon di Jakarta, namun situasi politik menjelang pilkada masih dinamis. Dia mengaku akan melihat perkembangannya politik ke depan.

"Tapi, dari deklarasikan sudah menyatakan mendukung salah satu calon atau mendukung calon yang lain, tapi kan masih sangat dinamis. Soal partai yang mau kerja sama dengan KIM ya nanti dilihat perkembangannya," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Waketum Partai Golkar Dito Ariotedjo menyambut baik wacana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk Pilkada 2024. Apalagi, komunikasi anggota KIM dengan sejumlah partai politik (parpol) di luar KIM seperti PKB dan PKS berjalan dengan baik.

"Ya kan komunikasi intens kan seperti kemarin di HUT-nya PKB. PKS juga menyatakan ingin bersama. Dan kita lihat kemarin Perindo sekarang Ketumnya Mbak Angela dalam pidatonya dan presscon-nya sudah menyatakan akan bersama pemerintah selanjutnya di bawah Pak Prabowo-Gibran," kata Dito.

Dito juga merespons saat disinggung peluang PKS akan bergabung dengan KIM di Jakarta. Dia menyebut jika tekad seluruh partai untuk membangun bangsa secara bersama-sama sangat baik.

"Baguslah (PKS) kita kan dalam membangun bangsa, provinsi sampai kabupaten kota sampai negara, intinya selama bisa bersama lebih baik itu lebih bagus," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Harian Partao Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkap wacana pembentujan KIM Plus untuk mengusung calon gubernur di Pilkada DKI Jakarta hingga Jawa Tengah. Namun, Dasco belum mengungkap partai apa yang akan bergabung dengan KIM untuk pilkada.

Dasco awalnya menyebut para Ketum di KIM 'Plus' sudah mengantongi nama-nama yang akan diusung di pilkada. Namun, dia enggan membocorkan siapa saja nama-nama tersebut.

"Ya kan tadi saya bilang sudah kita sampaikan namanya sudah ada di Ketua Umum Parpol Koalisi Indonesia Maju. Kalau bocoran enggak boleh dong sekarang," kata Dasco beberapa waktu lalu.

(cw1/nusantaraterkini.co)