Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gerindra: KIM Plus Tak Ada Kaitannya dengan Calon Independen di Pilkada Jakarta

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Gerindra menegaskan jika hadirnya calon independen yang akan ikut berkompetisi di Pilkada Jakarta 2024 melawan paslon Ridwan Kamil-Suswono tak ada kaitannya dengan KIM Plus.

Hal ini disampaikan menyikapi adanya dugaan skenario lolosnya paslon Independen yakin pasangan Dharma-Kun sebagai lawan boneka dari paslon KIM Plus.

Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata

"Yang pertama-tama saya sampaikan bahwa calon independen ini kan memang sudah mendaftar sejak lama, bahwa kemudian calon independen ini bisa melaju inilah demokrasi," kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga : Partai Gerindra Gelar Sosialisasi Penggunaan Cortex Bersama Direktorat Jenderal Pajak

Dasco menuturkan, salah satu kader partai Gerindra pernah maju sebagai salah satu calon independen pada Pilkada Jakarta 2012. Adapun sosok tersebut adalah Riza Patria yang maju bersama Hendarji Supandji.

"Kami juga sebenarnya tidak heran karena di DKI ini bukan baru pertama kali calon independen bisa maju. Kalau dilihat dari sejarah Pilkada DKI itu, salah satu kader kami Pak Riza Patria pernah maju juga dan lolos bertarung sebagai calon independen," ucapnya.

Baca Juga : Sutrisno Minta Bongkar Koalisi PDIP di Pilkada se Sumut, Ini Alasan Kuatnya

Dasco menegaskan KIM Plus tak ada kaitannya dengan paslon Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto. Ia menyebut tak ada skenario calon independen yang dirancang oleh KIM Plus

Baca Juga : Peluang RK-Suswono Menang di Pilkada Jakarta Besar

"Kalau skenario kan ini KIM Plus belum lama terbentuk. Sementara itu calon independen daftarnya sudah lama. Kan begitu," imbuhnya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Kejenuhan Dinilai jadi Pemicu Angka Golput di Pilkada Serentak 2024 Tinggi