Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sutrisno Minta Bongkar Koalisi PDIP di Pilkada se Sumut, Ini Alasan Kuatnya

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kader PDIP, Sutrisno Pangaribuan./Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pilkada Sumut dipastikan menjadi pertarungan sengit antara Koalisi PDIP bersama rakyat dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. 

Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut Periode (2018-2023), diusung Koalisi PDIP. Edy akan ditantang Bobby Afif Nasution, Wali Kota Medan (2020-2024) calon dari koalisi KIM Plus

Kader PDIP Sumut, Sutrisno Pangaribuan menganalisis situasi terkini untuk pertarungan Edy Rahmayadi Vs Bobby Nasution

Baca Juga : Terungkap, Pemindahan 4 Pulau Aceh Ternyata Diajukan Edy Rahmayadi Saat Jadi Gubernur Sumut

Menurut Sutrisno, pertarungan tersebut tidak akan total karena strategi PDIP kurang tepat untuk kabupaten/kota. 

Misalnya Calon Bupati (Cabup) di Deli Serdang yang diusung PDIP sama dengan yang diusung koalisi partai pendukung Bobby Nasution. 

"Maka dipastikan Edy Rahmayadi tidak punya tandem di Deli Serdang. Demikian juga dengan Calon Bupati di Labuhan Batu Utara (Labura). Maka foto Edy Rahmayadi pun tidak mungkin terpasang bersama Cabup Labura yang akan lebih memilih memasang foto bersama Bobby Nasution. Hal yang sama pasti terjadi di Labuhan Batu Selatan, Simalungun, Tapanuli Selatan, dan sejumlah kabupaten/kota lainnya. Edy Rahmayadi dipastikan akan berjuang sendiri tanpa dibantu oleh Calon Bupati/Wali Kota yang pasti lebih memilih bersama Bobby Nasution," sebutnya kepada Nusantaraterkini.co, Senin (26/8/2024). 

Baca Juga : Pascaputusan MK, KPU Sumut Segera Tetapkan Pemenang Pilgubsu

Sutrisno sangat menyarankan agar DPP PDIP membongkar atau mengatur ulang koalisi PDIP di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara. 

"Apalagi dengan terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, PDIP berpeluang mengusung sendiri calonnya di banyak kabupaten/kota di Sumut.

Maka sebaiknya PDIP segera melakukan pembongkaran (perombakan), perubahan arah dukungan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Labuhan Batu Utara (Labura), Labuhan Batu Selatan (Labusel), Simalungun, Deli Serdang. PDIP harus mengusung calon kepala daerah yang bersedia memasang foto bersama (gandeng, tandem) dengan Cagub, Edy Rahmayadi. Sebab menjadi ironi bagi PDIP, saat Cabup yang diusung PDIP di Tapsel, Labura, Labusel, Deli Serdang, Simalungun justru melakukan kegiatan rutin bersama dengan Cagub lawan yaitu Bobby Nasution, yang fotonya sudah terpasang di mana- mana," urai Sutrisno, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP 2014-2019 ini. 

Baca Juga : PDIP Sumut Tolak Pilkada Lewat DPRD: Ide Sesat Pembunuh Demokrasi

Sutrisno memastikan bila PDIP tak segera merombak koalisi di kabupaten/kota, dipastikan koalisi tersebut tidak akan bermanfaat bagi Edy Rahmayadi. 

"Kita sangat berharap PDIP merubah arah dukungan. Karena dapat dipastikan bahwa semua Cabup yang diusung dan didukung PDIP di Labura, Labusel, Tapsel, Simalungun, Deli Serdang dan sejumlah kabupaten/kota lainnya justru akan menjadi lawan di Pilgub. Semua calon PDIP di Labura, Labusel, Deli Serdang, Simalungun, Tapsel, dan yang lainnya tidak akan mendukung bahkan bisa menjadi lawan Edy Rahmayadi. Tidak bermanfaat bagi PDIP mendukung dan mengusung kader KIM Plus di Pilkada kabupaten/kota di Sumut," katanya. 

Sutrisno yakin PDIP masih memiliki kader- kader yang siap maju dan bertarung di kabupaten/kota tersebut. 

Baca Juga : Sutrisno Pangaribuan: Tidak Ada Ruang Bagi Tindakan Rasis di PDI Perjuangan

"Lebih baik kalah usung kader sendiri, daripada menang usung kader partai lain yang selama lima tahun akan menghabisi PDIP. Politik bumi hangus KIM Plus yang direncanakan lewat Pilkada terhadap PDIP harus dilawan bersama kekuatan rakyat. PDIP tidak sendiri, ada rakyat yang akan selalu mendukung. Syaratnya adalah elit PDIP berubah dari perilaku eksklusif, sombong, dan seperti tidak butuh rakyat.

Penentu kemenangan PDIP Pilgub Sumut bukan hanya Edy Rahmayadi, tetapi bagaimana PDIP secara all out, total menggerakkan struktur, badan, sayap, kader, simpatisan PDIP bersama rakyat. PDIP harus menyatu dengan Edy Rahmayadi dalam menghadapi kekuatan besar lawan politik di Pilgub Sumut 2024," pungkasnya.

(fer/nusantaraterkini.co)