Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wabah PMK Kembali Marak, Kementan Diminta Segera Vaksinasi Hewan Ternak

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi IV DPR Hindun Anisah. (Foto: Dok.DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan ini merebak di beberapa daerah, harus segera disikapi serius oleh Kementerian Pertanian. Pasalnya, lonjakan PMK semakin hari semakin meningkat, bahkan menyebabkan kematian pada hewan ternak, terutama sapi. 

“Laporan dari beberapa daerah di Lamongan, Lumajang (Jawa Timur) dan Rembang (Jawa Tengah), PMK mulai meningkat. Kementan harus segera melakukan vaksinasi,” kata Anggota Komisi IV DPR, Hindun Anisah, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga: Komisi III Sebut Kapolsek Cinangka Lalai dan Tak Profesional dalam Tugas: Minta Dipecat

Menurutnya, agar penanganan PMK bisa lebih cepat dan massif, Kementan diminta borkolaborasi dan bersinergi dengan pihak lain. 

“Kementan harus segera menggandeng dan melibatkan Perguruan tinggi dan juga asosiasi dokter hewan agar penangannnya bisa lebih cepat,” katanya.

Hindun khawatir, apabila merebaknya PMK ini tak segera tertangani, akan meluas ke daerah-daerah lain. Terlebih lagi, kata dia, imbasnya petani peternak yang akan mengalami kerugian. 

“Kalau bisa segera diterjunkan petugas untuk melakukan vaksin dan membatasi pergerakan penjualan sapi antar daerah biar tidak meluas ke daerah lain,” tandas Hindun.

Baca Juga: DPD Minta Rencana Alih Fungsi 20 Juta Hektare Hutan jadi Lahan Pangan Dibatalkan

Seperti diketahui, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Indonesia. 

Jenis wabah yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, babi, kerbau, hingga domba ini mengalami lonjakan kasus sejak awal bulan Desember 2024 lalu. 

Hingga saat ini, total kasus PMK yang telah dilaporkan mencapai 8.483 kasus dengan jumlah kematian 223 kasus, dan pemotongan paksa sebanyak 73 kasus. Data tersebut tersebar di 9 provinsi, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.

(cw1/nusantaraterkini.co)