Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasus siswa SD Yayasan Abdi Sukma Medan, yang dihukum oleh gurunya bernama Haryati, belajar di lantai karena menunggak uang sekolah, kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, ibu siswa yakni Kamelia (38) terlibat cekcok dengan anak Haryati berinisial R. Cekcok tersebutpun direkam dan tersebar di sosial media.
Baca Juga: Sering Dijadikan Lokasi Pesta Narkoba, Polisi Gerebek Indekos, 2 Orang Ditangkap
Dalam video tampak Kamelia dan R terlibat debat dengan nada keras. Awalnya R terlihat meminta penjelasan persoalan antara ibunya dan Kamelia.
Kemudian, Kamelia menyampaikan jika persoalan tersebut telah selesai. Dan, meminta R untuk langsung bertanya kepada orangtuanya. Saat yang bersamaan, beberapa guru SD Abdi Sukma tampak melerai perdebatan mereka.
"Ibu diam, maaf maaf saya gak bisa," ucap R, dilihat dari rekaman video.
Lalu, sejumlah petugas serta guru yang berada di lokasi menenangkan Kamelia. Dia mengatakan, tersinggung lantaran R menyalahkan anaknya.
"Dia datang kemari seolah olah anak saya yang bersalah (kata dia) 'ibu tahu enggak, anak ibu salah nya apa ya karena uang sekolah, kok jadi menyalahkan saya," ujar Kamelia.
Terpisah, Kamelia mengatakan jika kejadiannya berlangsung di SD Abdi Sukma, pada Sabtu (11/1/2025) kemarin. Saat itu, ia diminta datang oleh pihak Yayasan untuk menjelaskan persoalan tersebut.
"Saya gak tahu siapa yang buat video, situasinya ramai," ucap Kamelia kepada Nusantaraterkini.co, melalui saluran telepon, Minggu (12/1/2025).
Saat Kamelia duduk disekitar halaman sekolah, tiba-tiba R mendatanginya. Lalu, R menanyakan persoalan ibunya dengan anak Kamelia.
"Tiba-tiba didatanginya saya, dia pengen tahu ceritanya. Dan saya ceritainla," kata Kamelia.
Kamelia menerangkan kepada R, kalau sebelum video viral, dia sempat berkomunikasi dengan Haryati melalui pesan suara di aplikasi WhatsApp.
Kamelia lalu mengatakan, anaknya tidak boleh sekolah kalau masih menunggak uang sekolah. Karena itu, Haryati menghukum anak Kamelia dengan belajar duduk di lantai.
Namun, R tidak percaya dengan penjelasan Kamelia, bahkan Kamelia juga meminta R untuk mengecek langsung ke ponsel ibunya. Dan, cekcokpun terjadi.
"Saya sudah jelaskan ke anaknya bukti 'VN nya coba tengok di hp ibunya. Dia tetap tidak percaya," ucap Kamelia.
Baca Juga: Meresahkan, 11 Remaja Bersenjata Tajam Diringkus Lurah dan TNI
Diketahui, kasus ini bermula ketika rekaman video seorang siswa SD, dihukum belajar di lantai lantaran menunggak SPP, viral di sosial media.
Kata Kamelia, anaknya memang menunggak uang SPP selama 3 bulan, totalnya Rp 180 ribu. Menurutnya, salah satu faktornya karena dana Program Indonesia Pintar (PIP) di tahun 2024, belum cair.
Kemudian, Kamelia berencana menebus uang sekolah anaknya pada Rabu (8/1/2025). Dia ingin menjual handphone-nya terlebih dahulu untuk tambahan membayar uang sekolah.
Namun, sebelum dia pergi ke sekolah, dia sempat mendengar cerita anaknya yang malu datang ke sekolah karena sudah dua hari dihukum belajar di lantai oleh gurunya dari jam masuk sekolah pukul 08.00 hingga 13.00.
Kala itu, Kamelia tidak langsung percaya, sehingga pada Rabu (8/1/2025) dia langsung datang ke sekolah. Lalu, saat tiba di ruang kelas, Kamelia melihat anaknya duduk di lantai sementara teman-teman yang lain duduk di kursi.
"Saya bilang ke anak saya, kejam kali guru mu nak," baru datang wali kelasnya dan langsung bilang peraturannya," ujar Kamelia menirukan ucapan wali murid anaknya.
(cw7/nusantaraterkini.co)
