Nusantaraterkini.co, Medan – Viral cekcok antara warga dengan pegawai Dinas Perhubungan di Kota Medan, soal parkir.
Di mana, belakangan ini Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah membuat kebijakan baru yakni parkir langganan.
Di mana pengendara yang telah berlangganan meiliki stiker.
Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan
Cekcok pun terjadi lantaran adanya penolakan dari pemilik toko di Jalan Krakatau.
Anggota Dishub yang viral tersebut diketahui bernama Yosep Andreas.
Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang
Diketahui, dalam menjalankan tugas disejumlah titik parkir, kendaran tidang memiliki stiker berlangganan di Jalan Kerakatau akan ditindak.
Yosep menyampaikan video viral yang beredar terkait dirinya tidak lah benar.
Di mana ia hanya menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dalam pengamanan kendaran tidak memiliki Setiker parkir.
Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata
“Kami melaksanakan tugas, bagi kendaran tidak memiliki Barkot parkir saya ingatkan agar kendaran memiliki Barkot dan yang tidak memiliki agar jangan parkir ditepijalan,” ucap Yosep kepada Nusantaraterkini.co, Rabu (10/7/2024).
Lanjutnya, video viral terkait dirinya saat cek-cok dengan pemilik toko Rezeki Kerakatau hanya rekayasa pemilik toko menyalahkan petugas.
"Ini sangat mengganggu kerja kami dalam penindakan. Semua itu tidak benar itu hanya rekayasa mereka, Saya melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kendaran kami juga dilengkapi Barkot parkir,” ujarnya.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana
Menurutnya, parkir berlangganan ini menguntungkan bagi masyarakat, sembilan puluh ribu untuk roda dua dan untuk roda empat seratus tiga puluh ribu pertahun.
"Selain biyaya yang murah kita juga membantu program pemerintah. Saya, berharap dengan beredarnya vidio viral tersebut agar secepatnya mereka meminta maaf. Kepada pihak kepolisian agar memperoses oknum yang menyebarkan video tersebut, di mana ini mencemarkan nama baik saya dan Dinas Perhubungan,” pungkasnya.
(cw3nusantaraterkini.co)
