Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

UKT Dibatalkan, Cak Imin: Pemerintah Harus Hadirkan Pendidikan yang Bagus, Terjangkau dan Murah

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Muhaimin Iskandar (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menilai pemerintah seharusnya dapat menyediakan pendidikan yang berkualitas dengan biaya murah.

Hal ini disampaikan Muhaimin Iskandar menanggapi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim usai membatalkan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini.

Baca Juga : Pernyataan Tobat Nasuha Cak Imin Disentil Firman Soebagyo, Dinilai Tak Tepat Saat Bencana

"Kalau (pendidikan) bagus saja tapi mahal, semua orang bisa. Justru kehebatan pemerintah itu adalah apabila menghadirkan pendidikan yang bagus dan terjangkau, murah," kata Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Baca Juga : Perkuat Daya Saing, Komisi X Dukung Program SMK Go Global

Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan pemerintah harus benar-benar melakukan perencanaan anggaran pendidikan dengan komprehensif. Terutama, kata dia, untuk perguruan tinggi negeri(PTN)  yang memiliki kualitas bagus dan memerlukan anggaran besar.

"Tetapi justru negara mengeluarkan anggaran itu untuk memberikan akses pendidikan yang bagus dan murah," ujarnya.

Baca Juga : Komisi X Dukung Kebijakan Kemendiktisaintek Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera

Menurutnya, semua pihak harus saling membantu agar pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Cak Imin juga mengatakan sektor pendidikan tidak dapat terlepas dari sektor industri.

Baca Juga : USU Jamin Tak Ada Mahasiswa yang Gagal Kuliah karena UKT

"Sebetulnya, yang paling penting itu, semua saling menopang supaya terjadi yang tidak mampu tertolong, yang kuat juga tertangani," jelas dia.

"Di sisi lain, pendidikan tidak boleh terputus dari dunia industri, link and matchnya bukan sekedar soal praktikum tp soal satu siklus sistem pendidikan long life education," tandasnya.

Baca Juga : Mengurai Benang Kusut Chromebook: Kritik Laksamana Sukardi terhadap Cacat Logika Dakwaan Jaksa

Nadiem sebelumnya dipanggil Presiden Jokowi membahas kenaikan UKT di Istana Negara. Nadiem menyebutkan Kemendikbud Ristek resmi membatalkan kenaikan UKT.

Baca Juga : Sidang Nadiem Makarim: Dilema Transisi KUHAP Baru dan Dakwaan Aliran Dana Rp809 Miliar ​

"Kami Kemendikbud Ristek telah mengambil keputusan untuk membatalkan kenaikan UKT di tahun ini," ujar Nadiem.

(cw1/nusantaraterkini.co)