Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tutupan Hutan Sudah di Bawah 30%, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan Pascabanjir Sumbar

Komisi IV DPR desak rehabilitasi Hutan Bukit Barisan pascabanjir Sumbar. Tutupan hutan kritis di bawah 30%.

Anggota Komisi IV DPR, Rina Sa'adah. (Foto: istimewa)
Anggota Komisi IV DPR, Rina Sa'adah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA –  mendesak pemerintah segera melakukan rehabilitasi menyeluruh kawasan .

Desakan tersebut menyusul menyusutnya di Sumatera Barat yang dinilai meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPR , merespons pernyataan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan banjir di Sumatera Barat tidak hanya dipicu hujan ekstrem, tetapi juga dipengaruhi oleh menurunnya tutupan hutan serta kondisi geomorfologi wilayah. 

Baca Juga : Truk Pengangkut Kayu Terjebak di Jalur Pangaribuan, Akses Taput–Tapsel Lumpuh: Kemenhut Sita Ratusan Batang Kayu Olahan

“Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup harus ditindaklanjuti secara konkret. Ini menjadi alarm serius bagi kondisi hutan di Sumatera Barat. Kementerian Kehutanan sebagai pengelola kawasan hutan harus segera melakukan Bukit Barisan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Ia menjelaskan, Pegunungan Bukit Barisan merupakan kawasan penyangga ekologis utama Pulau Sumatera. Namun, alih fungsi lahan yang tidak terkendali telah menyebabkan degradasi hutan dan menurunkan kemampuan kawasan tersebut dalam menyerap air serta menahan curah hujan tinggi.

Berdasarkan data , tutupan hutan di Sumatera Barat saat ini diperkirakan berada di bawah 30 persen. Sementara itu, dari 16 daerah aliran sungai (DAS) yang terdampak, tutupan hutan rata-rata hanya sekitar 38 persen.

Baca Juga : Lalai Jaga Hutan hingga Banjir Bandang, Legislator: Menteri Raja Juli Gagal Terjemahkan Perintah Presiden

Kondisi tersebut dinilai memperbesar potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan lereng curam yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

“Ketika fungsi ekologis hutan melemah, dampaknya sangat nyata. Banjir dan longsor menimbulkan korban jiwa, merusak ribuan rumah, serta berdampak pada fasilitas pendidikan dan keagamaan,” kata anggota Banggar DPR ini.

Rina menegaskan, rehabilitasi Hutan Bukit Barisan penting tidak hanya untuk , tetapi juga untuk memulihkan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Ia mendorong agar rehabilitasi dilakukan melalui berbasis DAS, pengendalian alih fungsi lahan, serta pelibatan masyarakat melalui skema perhutanan sosial.

Selain itu, upaya tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi habitat berbagai spesies endemik di kawasan Bukit Barisan.

“Kami berharap pemerintah menjadikan rehabilitasi sebagai prioritas nasional demi keselamatan lingkungan dan masa depan masyarakat Sumatera,” tegas legislator dapil Jabar ini.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait