Lalai Jaga Hutan hingga Banjir Bandang, Legislator: Menteri Raja Juli Gagal Terjemahkan Perintah Presiden
Anggota DPR kritik Menhut Raja Juli Antoni yang dinilai lalai terjemahkan perintah Presiden jaga hutan, sebabkan banjir bandang dan longsor
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi IV DPR mengingatkan dalam menjaga hutan harus berani, merupakan perintah Presiden ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli, saat awal sebelum melaksanakan tugas sebagai pembantu Presiden sesuai tanggung jawabnya mengelola hutan.
Namun, belum genap satu tahun Pemerintahan Prabowo, ujian telah tiba. Banjir bandang dan longsor akibat ketamakan dan keserakahan manusia mengakibatkan bencana yang mematikan dengan daya rusak yang luar biasa.
“Perintah Prabowo ke Menhut Raja Juli seperti sudah memahami adanya bahaya ekologis. Sayangnya, Menhut lambat menerjemahkan perintah. Akibatnya nggak mampu pula melakukan antisipasi,” kata Anggota Komisi IV DPR Bambang Purwanto, Senin (15/12/2025).
Baca Juga : 18 Hari Pascabanjir Bandang, Satu Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Material di Simpang Hutanabolon
Ia menyatakan, Menhut Raja Juli Antoni telah lalai menerapkan mitigasi dan pengelolaan hutan yang berhati-hati. Menurutnya, saat menerima tugas jaga hutan dan harus berani, sebenarnya itu merupakan peringatan dini dari Presiden Prabowo.
“Bahwa ada bahaya yang harus segera ditangani. Mestinya Menhut evaluasi kondisi hutan secara menyeluruh dan lengkap atau memotret utuh kondisi hutan saat ini sebagai bahan memutuskan langkah-langkah strategis. Agar kondisi hutan yang sudah banyak dibuka, kemudian bagaimana mengatasi, agar tak makin rusak,” ujar politikus Demokrat ini.
Terjadinya banjir bandang, menurutnya, telah membuka mata semua, bahwa banyaknya kayu hanyut, termasuk kayu log berukuran besar, kayu kecil, dan ranting menunjukan bahwa hutan dibabat habis tanpa pandang bulu.
Baca Juga : Walhi Rekomendasikan Moratorium Permanen untuk Cegah Laju Deforestasi
“Sama halnya, dengan penggundulan hutan yang tak termonitor oleh Kemenhut. Padahal melalui citra satelit, terlihat semua kondisi hutan secara detail setiap saat, asal cuaca cerah dari ruangan kerja di Jakarta. Jadi tak ada alasan, luasan hutan dengan biaya pengawasan kecil,” terang Bambang.
Ia menyatakan, kegagalan Menhut Raja Juli dalam menterjemahkan pesan Presiden Prabowo inilah yang menyebabkan terjadinya bencana alam.
“Menhut tidak bisa menerjemahkan pesat itu dalam evaluasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan hingga muncul bencana banjir bandang dan tanah longsor. Kegagalan itu menjadi penyebab bencana yang mematikan dan masyarakat yang tak tahu apa-apa harus menanggung atas semua kelalaian Menhut. Harusnya dia tak berdalih dengan kesalahan masa lalu,” pungkas legislator asal dapil Kalimantan Tengah ini.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·12 menit yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·14 menit yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·32 menit yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
KRIMINALKurir 100 Pod Getar di Medan Ditangkap, Polisi Buru Pemasok
Rozie Winata·52 menit yang lalu -
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan