Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tuntut Transparansi, Mata Pena Indonesia Demo Kantor Walikota Padangsidimpuan

Awak media menilai, bahwa Kadis Kominfo tidak bekerja dengan baik dan kurang transparan dalam pengelolaan anggaran

Bagikan:
Sejumlah awak media yang tergabung dalam Mata Pena Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Padangsidimpuan. (Foto: Ist)
Sejumlah awak media yang tergabung dalam Mata Pena Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Padangsidimpuan. (Foto: Ist)
A A

, - Sejumlah Kota Padangsidimpuan yang tergabung dalam Mata Pena Indonesia menggelar aksi , di depan Pendopo Kantor Walikota Padangsidimpuan, Senin (16/6/2025)

Dalam orasinya para menilai, bahwa Kadis Kominfo tidak bekerja dengan baik dan kurang transparan dalam pengelolaan anggaran.

Para awak media ini kemudian diterima oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kesra dan Hukum, Rahmad Marzuki Nasution, Kasatpol PP Zulkifli Lubis dan Kadis Kominfo Nurcahyo.

Menanggapi tuntutan, Nurcahyo menyatakan bahwa, penghapusan anggaran pembinaan dan kliping menjadi temuan BPK dan telah dipotong oleh DPRD .

"Kliping berita menjadi temuan BPK dan anggarannya sudah dipotong oleh DPRD," ujarnya. 

Sementara dalam pernyataan sikapnya, Mata Pena Indonesia menuntut transparansi anggaran Dinas Kominfo Kota Padangsidimpuan, khususnya terkait pembinaan, peliputan, biaya iklan dan kliping berita.

Aksi tersebut berlanjut ke Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan dan diterima Wakil Ketua I Taty Ariani Tambunan, didampingi Ketua Komisi II DPRD, Dewi Portuna, dan Anggota komisi II Andi Umalo.

Senada, Taty Ariani Tambunan, Andi Umalo dan Dewi Fortuna menegaskan, bahwa pemotongan yang dimaksud tidak ada dan hanya melakukan pengawasan.

"Pemotongan atau pemangkasan yang dimaksud tidak ada. Kita komisi II akan memanggil Dinas Kominfo untuk klarifikasi dan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Taty Ariani. 

Diketahui, RDP tersebut direncanakan dalam pekan ini untuk menyelesaikan permasalahan ini, melalui jalur yang resmi dan transparan.

(Sg/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait