Oknum Ketua KPAI Sibolga-Tapteng Kabur Saat Diwawancarai Terkait Dugaan Penganiayaan di Polsek Pandan
Oknum Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sibolga-Tapteng, inisial GZ kabur saat diwawancarai beberapa awak media di Polsek Pandan, Kecama
nusantaraterkini.co, TAPTENG - Oknum Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sibolga-Tapteng, inisial GZ kabur saat diwawancarai beberapa awak media di Polsek Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, terkait dugaan penganiayaan terhadap ibu Lozimaini Nduru dan anak gadisnya Mirahati Laia, Sabtu (4/10/2025).
Kedatangan GZ di Polsek Pandan atas undangan pihak kepolisian dalam melakukan Restorative Justice atau upaya mediasi terhadap korban penganiayaan yang diduga dilakukan Ketua KPAI tersebut bersama keluarganya.
Namun upaya yang dilakukan pihak kepolisian, tidak menemui titik temu dan pelapor serta terlapor sama-sama akan menempuh jalur hukum.
Setelah tidak adanya kesepakatan perdamaian antara kedua pihak di salah satu ruangan Polsek Pandan, GZ keluar dan coba diwawancarai beberapa awak media terkait hasil mediasi, namun GZ, Adiknya dan Ayahnya sebagai terlapor tidak mau memberi keterangan dan langsung masuk mobil.
"Nanti kita jumpa di pengadilan," ujar GZ sambil memasuki mobil.
Asisten Lawyer, Abdul Rahman Gea yang tergabung di Kantor Hukum Agus Wira Halawa, yang telah ditunjuk sebagai kuasa Hukum korban mengungkapkan akan menyelesaikan kasus tersebut sehingga korban mendapatkan keadilan.
"Tidaklah elok, laki-laki menganiaya wanita sampai luka, apalagi seorang ibu yang telah berumur," ucapnya.
"Ditambah lagi seorang anak gadis dianiaya sampai bajunya robek hingga sebagian auratnya kelihatan," timpal Rahman Gea.
Ia juga menyesalkan perbuatan yang dilakukan oknum yang seharusnya sebagai Komisi Perlindungan melakukan hal tidak terpuji.
"Ia paham soal undang-undang, namun tingkah lakunya melanggar undang-undang," ujarnya.
Minahati Laia, salah satu korban menyesalkan tindakan yang dilakukan GZ dan keluarganya pada dirinya dan ibunya serta berharap pihak kepolisian bertindak tegas.
"Ini harus ditindaklanjuti, agar ada efek jera sehingga tidak semena-mena terhadap wanita," tutupnya.
(jjm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·27 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·33 menit yang lalu -
NEWSKasus Pembunuhan Garunggang Terungkap 3 Hari, Ketua SIP 08 Sumut Apresiasi Kapolsek Kuala Syamsul Bahri dan 8 Personel
hendra·59 menit yang lalu -
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALTinjau API Banyuwangi, Wamenaker Minta Peserta MagangHub Asah Kompetensi
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Tinjau Penanganan Karhutla dan Kondisi Gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTBuddha Tzu Chi Bangun 241 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOBuddha Tzu Chi Indonesia Kembali Bantu Korban Bencana, 241 Huntap di Padangsidimpuan Dibangun
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALMasuk Panti Rehabilitasi, Pasien Narkoba Lapor Polisi karena Ngaku Dianiaya hingga Gendang Telinga Pecah
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan