Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran Atas Permintaan Arab Saudi, UEA dan Teheran ​

Trump membatalkan rencana serangan ke Iran setelah permintaan Arab Saudi, UEA, dan Iran demi memberi ruang bagi jalur diplomasi.

Bagikan:
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi rencana aksi militer ke wilayah Iran dibatalkan usai adanya permohonan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), serta pemerintah Iran agar mengedepankan jalur diplomasi, Senin (3/8/2026).(foto: rmol)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi rencana aksi militer ke wilayah Iran dibatalkan usai adanya permohonan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), serta pemerintah Iran agar mengedepankan jalur diplomasi, Senin (3/8/2026).(foto: rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, NEW JERSEY-Presiden (AS) mengonfirmasi rencana aksi militer ke wilayah dibatalkan usai adanya permohonan dari , (), serta pemerintah Iran agar mengedepankan jalur diplomasi.

​Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media di atas pesawat dalam penerbangan kembali dari New Jersey, Minggu (2/8/2026) waktu setempat.

​Ia membeberkan persiapan armada tempur AS sebenarnya telah memasuki tahap akhir untuk mengeksekusi serangan tersebut.

​"Saya diminta oleh Arab Saudi, UEA, dan Iran. Kami sebenarnya sudah siap melancarkan serangan, bahkan sekitar waktu ini juga," kata Trump, seperti dilansir , Senin (3/8/2026).

​Menurut penjelasannya, ketiga negara kawasan tersebut meyakini masih ada celah negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai sebelum konflik bersenjata pecah.

​"Alasan mereka meminta penundaan adalah karena meyakini masih ada peluang kesepakatan. Mereka menyatakan berkeinginan membuat kesepakatan sekarang," lanjutnya.

​Meskipun menyetujui penundaan, Trump mengaku tidak sepenuhnya yakin atas komitmen tersebut, meski memahami Teheran tentu berupaya menghindari kehancuran akibat gempuran militer AS.

​"Jelas mereka tidak ingin diserang," tuturnya.

​Pemerintah AS dijadwalkan kembali menggelar pertemuan diplomatik susulan dengan delegasi guna membahas poin-poin kesepakatan.

​Namun demikian, Trump melontarkan peringatan keras bahwa AS tetap menyiapkan opsi militer berskala masif apabila jalur perundingan tersebut menemui jalan buntu.

​"Itu akan menjadi serangan terbesar sejak Perang Dunia II. Dampaknya akan menjadi bencana bagi mereka," tegas Trump.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru