Panglima TNI Bantah Kabar Pemeriksaan Seskab Teddy
Panglima TNI Agus Subiyanto membantah kabar Seskab Teddy diperiksa Polisi Militer TNI terkait dugaan penyadapan Presiden Prabowo.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto membantah keras kabar pemeriksaan Sekretaris Kabinet Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya oleh Polisi Militer TNI. Isu yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan tidak memiliki dasar kebenaran.
Sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan oleh informasi mengenai keterlibatan Seskab Teddy dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Kabar bohong tersebut menghubungkan pejabat negara itu dengan dugaan praktik akses ilegal terhadap kepala negara.
Menyikapi simpang siur informasi yang berkembang di publik, pimpinan tertinggi militer langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan tidak ada proses pemeriksaan oleh jajaran Polisi Militer terhadap Sekretaris Kabinet.
"Hoaks [Seskab Teddy diperiksa Pom TNI terkait kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto]," ujar Jenderal Agus, seperti dilansir RMOL, Sabtu (7/11/2026).
Kendati membantah kabar miring tersebut secara lugas, Jenderal Agus tidak menjabarkan duduk perkara isu itu secara lebih terperinci. Pernyataan singkat tersebut disampaikan semata-mata untuk meluruskan informasi menyesatkan yang terlanjur dikonsumsi masyarakat luas.
Sementara itu, proses penyidikan terkait kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto terus berjalan di tingkat kepolisian. Mabes Polri diketahui telah menetapkan empat orang perwira tinggi aktif sebagai tersangka dalam perkara serius ini.
Keempat tersangka yang dijerat oleh penyidik meliputi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Inspektur Jenderal Ahrie Sonta Nasution. Selain keduanya, penyidik juga menetapkan Inspektur Jenderal Eko Hadi Santoso serta Inspektur Jenderal Slamet Uliandi sebagai tersangka.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum telah menahan tiga dari empat jenderal aktif tersebut untuk kepentingan penyidikan lanjutan. Ketiga tersangka yang ditahan kini menjalani penahanan di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Adapun satu tersangka lainnya, yakni Inspektur Jenderal Slamet Uliandi, tercatat belum menjalani penahanan oleh penyidik kepolisian.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALSolidaritas Ojol Desak Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSHensa Duga Jokowi Pamer Ijazah untuk Alihkan Isu Penyadapan Prabowo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKBantah Isu Munaslub Golkar, Ahmad Doli Tegaskan Hubungan Baik dengan Bahlil
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMIChusnunia Chalim Dorong Penguatan Industri Bahan Baku Pakan Ternak Lokal
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Melonjak, Imas Aan Desak Kemendag Segera Lakukan Pengendalian
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
TRAVELPemprov Sumut Ajukan Megalitik Nias Selatan Jadi Warisan Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSAnggota DPR Siap Fasilitasi Hak Pekerja Korban Kecelakaan Kerja PT Daehyun
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan