Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Iran Balas Serangan AS, IRGC Klaim Hantam Barak Marinir di Yordania

IRGC Iran mengklaim menyerang pangkalan Marinir AS di Yordania dengan rudal balistik. Yordania menyebut 10 dari 13 rudal berhasil dicegat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan Marinir Amerika Serikat (AS) di Yordania. Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan setelah militer AS menyerang sejumlah target di Iran. (Foto: ilustrasi AI)
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan Marinir Amerika Serikat (AS) di Yordania. Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan setelah militer AS menyerang sejumlah target di Iran. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Korps Garda Revolusi Islam () mengklaim melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan Marinir () di . Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan setelah menyerang sejumlah target di Iran.

Serangan IRGC itu dilakukan meski sebelumnya Presiden AS telah memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan balasan.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (2/9/2026), menyatakan serangan tersebut ditujukan ke barak Marinir yang disebut berada di Kamp Titin, .

IRGC menyebut serangan itu sebagai respons atas serangan terhadap sebuah pesta pernikahan di Kota Sirik, selatan. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah orang, termasuk seorang anak.

"Sebagai tanggapan atas kejahatan brutal ini, para pejuang pemberani dari Angkatan Udara IRGC ... melancarkan serangan rudal balistik berat ke barak Marinir Amerika di Yordania, yang dikenal sebagai Kamp Titin," demikian pernyataan IRGC.

Menurut IRGC, rudal yang diluncurkan menghantam sejumlah personel militer, fasilitas pertahanan, hingga helikopter serang milik AS.

Namun, klaim tersebut belum disertai rincian independen mengenai tingkat kerusakan maupun korban di pihak AS.

Yordania Cegat 10

Militer Yordania menyatakan telah mencegat 10 dari total 13 yang ditembakkan ke wilayah negara tersebut.

Tiga rudal lainnya dilaporkan jatuh di area terbuka. Pemerintah Yordania menyatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat serangan tersebut.

"Insiden tersebut ditangani sesuai dengan prosedur operasional yang telah ditetapkan. Untungnya, tidak ada korban luka atau jiwa yang tercatat," demikian pernyataan militer Yordania.

tersebut berpotensi memperburuk ketegangan antara Teheran dan Washington. Terlebih, Trump sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras bahwa AS akan kembali menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika Teheran melakukan pembalasan.

AS Sebelumnya Serang Target IRGC

Ketegangan terbaru terjadi setelah militer AS kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran selatan pada Selasa (1/9/2026) pagi.

Komando Pusat AS () menyatakan target yang diserang merupakan fasilitas milik IRGC.

CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan menyusul dugaan upaya serangan IRGC terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di serta personel militer AS yang berada di kawasan .

"Serangan-serangan ini menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap anggota militer Amerika yang ditempatkan di wilayah tersebut," kata CENTCOM.

Di Iran, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah selatan, termasuk Konarak, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm.

Kantor berita Fars melaporkan salah satu serangan menghantam sebuah rumah di Sirik yang tengah digunakan untuk perayaan pernikahan. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Rangkaian serangan dan aksi balasan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, terutama jika Iran dan AS kembali melakukan serangan langsung terhadap sasaran militer masing-masing.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait