TKN: Erick Thohir Sebagai Masinis Pemilih Muda Prabowo-Gibran
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan menyatakan barisan pendukung kalangan anak muda ibarat sebuah kereta api.
Arief menyebut bahwa cawapres Gibran Rakabuming Raka merupakan sosok yang menjadi lokomotif menarik gerbong berisi anak muda. Sedangkan Erick Thohir, kata dia, pemegang laju kemudi kereta api atau masinis.
Baca Juga : Bacagub Jakarta Ridwan Kamil Kunjungi Markas TKN Fanta
"Sekali lagi, selamat datang Chief Erick Thohir, sosok yang sepatutnya menjadi masinis pemilih muda di gerbong 02," kata Arief di acara Memilih Masa Depan oleh Pesta Kita, Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2/2024), yang turut dihadiri Erick Thohir.
Arief memuji langkah Menteri BUMN tersebut mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran.
Baca Juga : Gibran Ingin Temui Rivalnya di Pilpres, Relawan TKN: Contoh Baik Sebagai Kader Bangsa
Dia mengatakan bahwa dirinya dan generasi muda lainnya siap bergabung dengan para senior untuk membangun masa depan yang cerah bagi bangsa dan negara, serta menghargai kredibilitas dan integritas yang dimiliki oleh para senior tersebut.
Baca Juga : Pengamat: Pertemuan Rosan ke Megawati hanya Sekedar Silahturahmi Saja
“Tentu, kita lihat masa depan, di tangan senior-senior tadi semakin cerah, karena mereka punya kredibilitas, integritas. Kami-kami yang muda ini kami ikutlah bareng senior-senior untuk semata-mata buat bangsa dan negara,” tandasnya.
Erick Thohir menegaskan Indonesia harus memiliki pemimpin yang kuat dan setara dengan pemimpin-pemimpin dunia dan bisa bernegosiasi. Ketua Umum PSSI ini menilai kriteria itu ada pada sosok Prabowo didampingi Gibran sebagai cawapres yang merepresentasi anak muda.
Baca Juga : Resmi Latih Timnas Indonesia, John Herdman Targetkan Lolos Piala Dunia 2030
“Ya, kita harus punya pimpinan yang kuat, yang setara dengan pimpinan-pimpinan dunia yang bisa bernegosiasi dengan yang menguntungkan kita. Pemimpin yang jelas sejak kecil dididik merah putih, leader yang punya komitmen apalagi didampingi mas Gibran. Mas Gibran adalah generasi emas kita, yang harus menyelesaikan solusi ‘zaman now’ dengan pemikiran pemikiran yang terbarukan mayoritas adalah anak muda,” kata Erick Thohir.
Baca Juga : Besok, PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman Sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
Lebih lanjut, Erick Thohir menyinggung negara lain yang memperbolehkan umur 34 tahun menjabat sebagai perdana menteri (PM). Sehingga ia menilai kehadiran Gibran dapat menjadi jembatan anak-anak muda.
“Negara lain, ada yang PM-nya umur 34 (tahun), kenapa kita nggak boleh punya wapres yang muda juga. Artinya ini jembatan, kesempatan bagi kita semua," pungkasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
